Pintasan.coSholat tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah yang dikerjakan pada bulan Ramadhan. Umat ​​Islam sering bertanya, apakah lebih utama melaksanakan shalat tarawih di masjid atau di rumah? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita akan melihat dalil dari Al-Qur’an dan hadis.

Hukum Sholat Tarawih

Sholat tarawih adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa yang menghidupkan malam Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sholat Tarawih di Masjid

Sholat tarawih berjamaah di masjid memiliki keutamaan tersendiri, sebagaimana yang dilakukan Rasulullah ﷺ pada awalnya. Dalam hadis dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, disebutkan:

Pada suatu malam Rasulullah ﷺ sholat di masjid, lalu para sahabat ikut sholat bersama beliau. Malam berikutnya Rasulullah kembali sholat, dan jumlah jamaah bertambah. Pada malam ketiga atau keempat, para sahabat berkumpul lebih banyak, tetapi Rasulullah tidak keluar. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari hadis ini, para ulama memahami bahwa sholat tarawih berjamaah di masjid adalah sunnah, bukan wajib. Di zaman Khalifah Umar bin Khattab, beliau menghidupkan kembali shalat tarawih berjamaah secara konsisten dengan satu imam, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Bukhari .

Sholat Tarawih di Rumah

Sholat tarawih juga boleh dilakukan di rumah, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:

“Sebaik-baiknya sholat seseorang adalah di rumahnya, kecuali sholat wajib.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa shalat sunnah, termasuk tarawih, tetap utama dilakukan di rumah. Namun, jika berjamaah di masjid seseorang lebih semangat dan lebih khusyuk, maka itu lebih baik.

Baik sholat tarawih di masjid maupun di rumah, keduanya memiliki keutamaan. Jika seseorang ingin mendapatkan pahala berjamaah dan merasakan kebersamaan dalam ibadah, maka sholat di masjid menjadi lebih baik. Namun, jika lebih khusyuk di rumah, maka itu juga dianjurkan. Yang terpenting adalah menjaga keikhlasan dan istiqamah dalam beribadah selama Ramadhan.

Baca Juga :  Puasa Nazar dalam Islam

Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua. Aamiin.