Pintasan.co, Yogyakarta – Kasus keracunan massal terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di DIY. Kali ini, 137 pelajar SMP Negeri 3 Berbah, Kabupaten Sleman, mengalami gejala keracunan setelah memakan makanan yang dibagikan di sekolah pada Selasa (26/8/2025).

Kasus ini merupakan yang ketiga dalam sebulan terakhir di DIY, dengan total lebih dari 1.000 pelajar terdampak. Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie, menyatakan bahwa berbagai langkah telah dilakukan sebagai tindak lanjut atas insiden keracunan massal ini.

“Dinas Kesehatan telah menggelar Rapat Koordinasi Keamanan Pangan MBG bersama Dinas Kesehatan kabupaten/kota, serta Kajian Kejadian Luar Biasa (KLB) yang melibatkan Dinkes daerah dan Dinkes kabupaten/kota, Dinas Pendidikan, SPPG, sekolah, puskesmas, Kemenag DIY, hingga narasumber dari RS Sardjito dan Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI),” terangnya.

Selain itu, dilakukan penyelidikan epidemiologi untuk KLB keamanan pangan, pelatihan dan bimbingan teknis (bimtek) keamanan pangan dengan Dinkes kabupaten/kota dan tim DIY sebagai narasumber, serta pengadaan uji laboratorium pada tempat pengolahan pangan, termasuk fasilitas MBG, untuk memastikan pemenuhan Standar Hygiene, Laboratorium, dan Sanitasi (SLHS).

Selain itu, Dinkes DIY menggerakkan Dinkes kabupaten/kota dan puskesmas untuk memberikan pendampingan selama pelatihan, sementara puskesmas bertugas melakukan inspeksi kesehatan lingkungan di sekolah terkait.

Pembajun menambahkan bahwa hasil awal uji laboratorium menunjukkan adanya tiga jenis bakteri berbahaya dalam sampel makanan yang dikonsumsi siswa, yakni Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Bacillus cereus, yang mengindikasikan adanya kontaminasi pada makanan MBG.

Baca Juga :  Dapur Program MBG Milik Anak Eks Bupati Bandun Barat Ditutup Usai Dugaan Keracunan Belasan Siswa SMP Bina Karya