Pintasan.co, Yogyakarta – Pantai Parangtritis merupakan salah satu destinasi wisata paling terkenal di pesisir selatan Pulau Jawa. Pantai yang berada di Kabupaten Bantul ini letaknya tidak terlalu jauh dari Kota Yogyakarta.

Selain dikenal dengan gulungan ombaknya yang besar, Parangtritis juga lekat dengan kisah mistis mengenai Nyi Roro Kidul, sosok legendaris yang kerap dikaitkan dengan berbagai mitos masyarakat setempat.

Cerita dan misteri seputar Nyi Roro Kidul seakan tidak pernah habis untuk dibicarakan. Kisahnya sudah begitu melekat di benak masyarakat Indonesia, terutama di kalangan orang Jawa.

Membicarakan misteri Pantai Parangtritis tentu tidak bisa lepas dari mitos tentang Nyi Roro Kidul yang dipercaya bersemayam di laut selatan Pulau Jawa.

Menurut sejarah, nama Pantai Parangtritis berasal dari kisah seorang pelarian Kerajaan Majapahit yang tiba di tepi laut berombak besar dan melakukan semedi di sana. Ia menemukan air yang “tumaritis” atau menetes dari celah-celah batu karang, sehingga menamai tempat itu Parangtritis, yang berarti air menetes dari celah karang.

Keberadaan sosok Ratu Selatan juga diyakini sejak zaman kerajaan. Raja-raja Jawa dipercaya memiliki hubungan khusus dengan Nyi Roro Kidul. Konon, kisah ini bermula dari semedi Panembahan Senopati, pendiri Kerajaan Mataram Islam, yang bertemu dengan Nyi Roro Kidul di laut selatan. Dari pertemuan itu lahir sebuah perjanjian, di mana Nyi Roro Kidul berjanji untuk membantu serta menjalin hubungan dengan keturunan Panembahan Senopati.

Mitos lain yang populer adalah larangan memakai pakaian hijau saat berkunjung ke pantai selatan, termasuk Parangtritis. Warna hijau dipercaya sebagai warna kesukaan Nyi Roro Kidul sekaligus warna seragam pasukannya. Masyarakat percaya bahwa orang yang mengenakan pakaian hijau berisiko terseret ombak laut.

Baca Juga :  Momen Ramadan 2025, Pemkab Bantul Terus Berupaya Mencegah Tindakan Anarkis

Ada pula cerita bahwa Nyi Roro Kidul memiliki seorang abdi setia bernama Nyai atau Nyi Rara Kidul, yang juga menyukai warna hijau. Ia diyakini sering membawa orang yang berpakaian hijau untuk dijadikan pelayan atau prajuritnya. Karena itulah, pengunjung pantai selatan kerap diimbau untuk tidak mengenakan pakaian berwarna hijau.

Walaupun lekat dengan kisah mistis, Pantai Parangtritis tetap menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Yogyakarta yang ramai dikunjungi, baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Terletak di pesisir selatan, pantai ini dikenal dengan ombak besar serta arus bawah laut yang kuat. Karena itu, penting untuk selalu mematuhi aturan dan mengikuti arahan petugas penjaga pantai demi keselamatan diri dan keluarga.

Pantai Parangtritis memiliki bentang pasir yang luas berkat kontur tanahnya yang landai. Di sini, pengunjung juga bisa mencoba wahana ATV dengan tarif sewa sekitar Rp50.000 hingga Rp100.000. Meski biasanya digunakan untuk offroad, ATV di Parangtritis dapat dipakai untuk menyusuri bibir pantai sambil menikmati panorama laut dan semilir angin.

Selain ATV, opsi lain adalah berkeliling pantai menggunakan bendi, yakni kereta kuda beroda dua. Jangan lupa abadikan momen seru saat menaiki bendi. Biasanya, perjalanan dengan bendi akan berakhir di sisi timur pantai, tempat deretan karang indah yang kerap dijadikan latar foto. Jadi, pastikan kamera atau ponselmu siap untuk mengabadikan momen.

Tak kalah menarik, sempatkan menikmati suasana matahari terbenam di Pantai Parangtritis. Sunset di sini dikenal sebagai salah satu yang paling menawan di deretan pantai selatan, sehingga disarankan datang pada sore hari sekitar pukul 14.00–15.00 agar tidak melewatkan momen indah tersebut.