Pintasan.co, MalangBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang mencatat ada 298 titik terdampak banjir hingga awal Desember 2025. Jumlah titik ini meningkat drastis dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data BPBD Kota Malang sepanjang Januari 2025 hingga awal Desember 2025, diketahui ada 45 kejadian bencana banjir dengan jumlah wilayah terdampak sebanyak 298 titik. Sementara tahun 2024, tercatat ada 36 kejadian bencana banjir dengan wilayah terdampak sebanyak 182 titik.

Dengan jumlah itu, dari tahun 2024 sampai 2025 wilayah yang terdampak banjir di Kota Malang mengalami peningkatan cukup signifikan. Jumlah sebaran banjir tahun ini, mengalami penambahan sebanyak 116 titik, dan ada peningkatan enam kejadian.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang Prayitno mengatakan terkait penyebab banjir yang terjadi di kota Malang. Ada beberapa faktor yang menyebabkan wilayah terdampak dan jumlah kejadian banjir bertambah di Kota Malang pada tahun ini. Salah satunya curah hujan tinggi.

“Sesuai rilis BMKG, curah hujan di tahun 2025 mengalami peningkatan hingga 40 persen, dibanding tahun 2024,” kata Prayitno, Rabu (17/12/2025).

Tak hanya itu, Prayitno juga menjelaskan berdasarkan rilis BMKG, curah hujan rata-rata di wilayah Malang juga mengalami peningkatan sampai 300 persen.

“Jadi, biasanya 20 mili liter, naik menjadi 60 mili liter,” jelas Prayitno.

Prayitno juga menambahkan, banyak akibat dari kejadian banjir dan juga jumlah wilayah terdampak di tahun 2025. Contohnya, kejadian banjir pada 4 Desember 2025 sore, mengakibatkan 39 wilayah terdampak, satu di antaranya ruas jalan utama.

“Pada 4 Desember lalu, curah hujan 300 persen. Sesuai rilis BMKG,” lanjutnya.

Baca Juga :  Singkirkan Politik Nepotisme: Pramono soal Calon Walkot-Kadis Jakarta Dipilih Secara Profesional