Pintasan.co, Jakarta – Hingga memasuki pekan ketiga pascabencana banjir dan tanah longsor, distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke wilayah Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah, Provinsi Aceh, masih mengalami kendala serius.

Terputusnya akses jalan nasional akibat longsor menjadi penyebab utama belum normalnya pasokan BBM ke daerah tersebut.

Kondisi ini berdampak langsung pada ketersediaan dan harga BBM di tingkat masyarakat. Harga BBM eceran dilaporkan melonjak tajam hingga mencapai Rp38.000 per liter.

Kenaikan harga terjadi karena pedagang menghadapi kesulitan besar dalam mendatangkan pasokan BBM ke wilayah terdampak.

Sejumlah pedagang bahkan terpaksa memikul dan membawa BBM secara manual dengan berjalan kaki melewati jalur ekstrem dan medan berbahaya.

Langkah ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan warga yang kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk keperluan sehari-hari, termasuk transportasi dan aktivitas ekonomi.

Masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait segera mempercepat perbaikan akses jalan nasional agar distribusi logistik, khususnya BBM, dapat kembali normal.

Normalisasi jalur transportasi dinilai krusial untuk menekan harga BBM serta mendukung pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi warga pascabencana.

Baca Juga :  Menjelang Lebaran 2025, Menko Polkam: 164.268 Personel Gabungan Siap Amankan Mudik Lebaran