Pintasan.co, Jakarta – Bursa saham Amerika Serikat di Wall Street mengakhiri perdagangan Rabu waktu setempat atau Kamis WIB dengan kinerja yang tidak seragam. Pergerakan ini dipicu rilis data Biro Statistik Tenaga Kerja AS yang menunjukkan penurunan jumlah lowongan kerja pada November 2025 yang lebih besar dari perkiraan, mengindikasikan adanya perlambatan bertahap di pasar tenaga kerja.

Berdasarkan laporan Xinhua pada Kamis (8/1/2026), indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,94 persen ke level 48.996,08. Indeks S&P 500 turut melemah 0,34 persen ke posisi 6.920,93. Sebaliknya, indeks Nasdaq Composite masih mencatat kenaikan tipis sebesar 0,16 persen dan ditutup di level 23.584,28.

Tekanan terjadi di sebagian besar sektor dalam indeks S&P 500. Delapan dari sebelas sektor utama berakhir di zona negatif, dengan sektor utilitas dan industri mengalami penurunan paling tajam masing-masing sebesar 2,46 persen dan 1,9 persen. Di sisi lain, sektor kesehatan dan layanan komunikasi justru mencatat penguatan, dengan kenaikan masing-masing 1,01 persen dan 0,79 persen.

Data Survei Lowongan Kerja dan Perputaran Tenaga Kerja menunjukkan jumlah lowongan kerja di AS turun menjadi 7,15 juta pada November. Angka tersebut merupakan level terendah dalam lebih dari satu tahun, merosot dari revisi 7,45 juta pada Oktober, serta jauh di bawah ekspektasi para ekonom.

Kepala ekonom ADP, Nela Richardson, menyatakan bahwa data tersebut mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja yang semakin moderat dan tidak lagi agresif. Pernyataan ini sejalan dengan laporan ADP terpisah yang menunjukkan aktivitas perekrutan di sektor swasta masih relatif lemah.

Tekanan pasar juga dirasakan saham-saham sektor energi, seiring melemahnya kembali harga minyak pada Selasa. Penurunan harga dipicu pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait rencana otoritas Venezuela untuk menyalurkan sekitar 30 juta hingga 50 juta barel minyak yang sebelumnya dikenai sanksi ke Amerika Serikat.

Baca Juga :  Tarif AS Ancam Ekonomi Amerika Tengah, Diversifikasi Perdagangan Mendesak Dilakukan

Selain itu, saham dana investasi real estat (REIT) yang memiliki paparan pada rumah sewa keluarga tunggal di AS mengalami penurunan signifikan. Pelemahan ini dipicu pernyataan Trump mengenai rencana pembatasan pembelian properti oleh investor institusional besar, yang dinilai berkontribusi terhadap lonjakan harga perumahan.

Saham Invitation Homes, pemilik rumah keluarga tunggal terbesar di AS, anjlok 6,01 persen. Sementara itu, saham Blackstone dan Apollo Global Management masing-masing terkoreksi lebih dari 5 persen.

Di sektor semikonduktor, pergerakan saham berlangsung variatif. Nvidia mencatat kenaikan sekitar 1 persen, sedangkan AMD turun 2,02 persen, setelah keduanya memperkenalkan platform komputasi kecerdasan buatan terbaru dalam ajang Consumer Electronics Show 2026 di Las Vegas. Sementara itu, saham Intel melonjak 6,47 persen dan menjadi kontributor utama penguatan indeks Nasdaq.