Pintasan.co, JakartaRangkaian berita internasional populer pada Kamis (15/1/2026) menyoroti eskalasi krisis di Iran. Aksi demonstrasi yang berlangsung sejak 28 Desember 2025 dilaporkan menewaskan sekitar 12.000 orang. Warga turun ke jalan setelah lonjakan harga kebutuhan pokok. Protes kemudian berkembang menjadi penentangan terhadap pemerintahan ulama yang berkuasa sejak Revolusi Islam 1979.

Rusia Kecam Ancaman Amerika Serikat

Pemerintah Rusia merespons situasi Iran dengan keras. Pada Selasa (13/1/2026), Moskow mengecam campur tangan eksternal dalam politik domestik Iran. Rusia juga menolak ancaman Amerika Serikat terkait kemungkinan serangan militer baru.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya memperingatkan Iran akan menghadapi konsekuensi berat jika korban demonstrasi terus bertambah. Pernyataan itu langsung memicu reaksi dari Rusia.

Kementerian Luar Negeri Rusia menilai penggunaan kerusuhan sebagai dalih agresi militer akan berdampak serius. Moskow mengingatkan risiko besar bagi stabilitas Timur Tengah dan keamanan global.

AS Gelar Rapat Keamanan Nasional

Pemerintah Amerika Serikat terus memantau perkembangan di Iran. Pada Selasa (14/1/2026) waktu setempat, tim keamanan nasional Presiden Trump menggelar rapat untuk membahas situasi terbaru. Mereka juga menelaah laporan intelijen dari lapangan.

Trump tidak menghadiri rapat pagi. Wakil Presiden JD Vance diperkirakan memimpin pertemuan lanjutan pada sore hari. Saat berkunjung ke Michigan, Trump menyatakan pemerintah AS masih mencari solusi terbaik.

Dalam perkembangan lain, utusan Presiden Trump dilaporkan bertemu Reza Pahlavi. Ia merupakan tokoh oposisi Iran sekaligus putra mendiang Shah Iran. Pertemuan itu menarik perhatian publik internasional di tengah memanasnya situasi Iran.

Kanada Perkuat Hubungan dengan China

Isu lain yang masuk daftar berita populer datang dari Kanada. Perdana Menteri Mark Carney mengunjungi China untuk merespons gangguan perdagangan global. Ia menegaskan Kanada tidak ingin bergantung pada satu mitra dagang.

Baca Juga :  Iran Tuduh Demonstran Dikendalikan Asing, Pemerintah Klaim Situasi Mulai Terkendali

Carney dijadwalkan bertemu Presiden China Xi Jinping pada Jumat (16/1/2026). Pemerintah Kanada berharap kunjungan itu menghidupkan kembali kemitraan strategis yang sempat meredup. Meski demikian, Ottawa belum memastikan penghapusan tarif tertentu.