Pintasan.co, Jakarta – Hujan lebat yang mengguyur kawasan Pantura Jawa Tengah sejak Kamis (15/1/2026) siang memicu banjir di Kabupaten Kendal. Genangan air setinggi 20 hingga 60 sentimeter merendam enam kecamatan, merusak permukiman warga, serta sempat mengganggu perjalanan kereta api.
Pantauan Media Indonesia pada Jumat (16/1/2026) menunjukkan banjir masih menggenangi sejumlah wilayah Kendal sejak Kamis malam. Curah hujan tinggi menyebabkan beberapa sungai meluap, sehingga air menggenangi ribuan rumah warga, ruas jalan utama Pantura, hingga jalur rel kereta api.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal, banjir melanda Kecamatan Ngampel, Pegandon, Brangsong, Kaliwungu, Kaliwungu Selatan, dan Kendal Kota. Meski demikian, sebagian titik genangan mulai berangsur surut.
Warga Kaliwungu, Nonik (45), mengaku terkejut saat air tiba-tiba masuk ke rumahnya dengan ketinggian sekitar 20-30 sentimeter. Hal serupa dialami Doni (35), warga Kendal Kota, yang mendapati jalanan tergenang hingga 60 sentimeter sepulang dari Semarang. Kondisi tersebut menyebabkan kemacetan dan sejumlah kendaraan mogok.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, menjelaskan banjir terjadi akibat hujan lebat yang mengguyur kawasan Pantura Jawa Tengah. Luapan sungai, termasuk Sungai Subdai Waridin, merendam kawasan permukiman di sekitarnya.
Meski ketinggian banjir tidak separah tahun lalu, Iwan mengingatkan potensi genangan masih bisa meningkat. Tingginya curah hujan yang bertepatan dengan pasang air laut (rob) menghambat aliran sungai menuju laut dan memicu luapan.
BPBD bersama tim gabungan dan relawan terus bersiaga untuk mengantisipasi kondisi terburuk. Petugas siap melakukan evakuasi jika ketinggian air terus bertambah.
Jalur Kereta Api Terdampak
Selain merendam permukiman, banjir juga mengganggu perjalanan kereta api. Luapan air menggenangi jembatan kereta api BH 111 KM 20+7/8 pada petak jalur Kaliwungu–Kalibodri, Kendal, Kamis malam, sehingga jalur rel sempat tidak dapat dilalui.
Manager Humas PT KAI Daop IV Semarang, Luqman Arif, menyampaikan petugas segera melakukan penanganan dan normalisasi jalur di lokasi terdampak. PT KAI juga memberikan service recovery kepada penumpang sesuai ketentuan yang berlaku.
Akibat gangguan tersebut, sejumlah perjalanan kereta api mengalami keterlambatan, baik untuk jalur hulu maupun hilir. Keterlambatan terjadi pada KA penumpang dan KA angkutan barang dengan durasi bervariasi, mulai dari beberapa menit hingga lebih dari dua jam.
PT KAI menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi dan memastikan keselamatan serta pelayanan tetap menjadi prioritas utama.
