Pintasan.co, Jakarta – Ikatan Alumni Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (IKA ISMEI) menegaskan pentingnya pengembangan industri berbasis selulosa dan Bio LNG sebagai pilar strategis dalam mewujudkan kemandirian energi nasional. Langkah ini dinilai sejalan dengan agenda transisi energi, penguatan industri hijau, serta pemanfaatan sumber daya alam Indonesia secara berkelanjutan.

Ketua Bidang Energi & SDA IKA ISMEI Fahmi Ismail menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dari biomassa berbasis selulosa, seperti limbah kehutanan, limbah pertanian, dan residu industri pulp dan kertas, yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui inovasi teknologi, potensi tersebut dapat diolah menjadi sumber energi terbarukan yang bernilai tambah tinggi.

“Pengembangan industri selulosa dan Bio LNG bukan hanya soal energi, tetapi juga tentang kedaulatan teknologi, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan rantai pasok industri nasional,” ujar Fahmi Ismail

Fahmi Ismail menilai Bio LNG berbasis biomassa sebagai solusi transisi yang realistis, terutama untuk sektor industri berat dan transportasi yang masih sangat bergantung pada energi fosil. Bio LNG dinilai mampu menekan emisi karbon secara signifikan sekaligus menjaga stabilitas pasokan energi domestik.

Lebih lanjut, Bidang Energi dan SDA IKA ISMEI mendorong pemerintah untuk:
1. Menyusun regulasi yang mendukung investasi industri selulosa dan Bio LNG.
2. Memperkuat kolaborasi antara industri, akademisi, dan lembaga riset.
3. Memberikan insentif fiskal dan non-fiskal bagi pengembangan energi berbasis biomassa.
4. Memastikan transfer teknologi dan peningkatan kapasitas SDM nasional.

Ketua Bidang Energi & SDA IKA ISMEI juga menekankan bahwa kemandirian energi harus dibangun dengan pendekatan industrialisasi yang berkeadilan dan berwawasan lingkungan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

“Momentum transisi energi harus dimanfaatkan untuk memperkuat industri nasional, bukan sekadar mengganti sumber energi,” tambah Fahmi.

Sebagai organisasi yang beranggotakan para profesional dan akademisi di bidang Ekonomi, IKA ISMEI siap berkontribusi aktif melalui kajian teknis, rekomendasi kebijakan, serta pendampingan industri guna mempercepat terwujudnya kemandirian energi Indonesia.

Baca Juga :  Dorong Transformasi Hijau, Fahmi Ismail: IKA ISMEI Serukan Percepatan Energi Terbarukan