Pintasan.co, Jakarta – Pemerintah Vietnam secara resmi menetapkan standar garis kemiskinan yang lebih tinggi untuk periode 2026-2030, seperti dilansir dari Kompas.com. Dengan kebijakan baru ini, ambang batas pendapatan untuk dikategorikan miskin di Vietnam kini lebih tinggi dibandingkan dengan Indonesia.
Standar baru ini membedakan tingkat pendapatan berdasarkan wilayah. Di daerah pedesaan, seseorang baru dikategorikan miskin jika pendapatan per kapita per bulannya di bawah 2,2 juta VND (sekitar Rp 1,4 juta). Sementara di perkotaan, batasnya adalah 2,8 juta VND (sekitar Rp 1,8 juta) per bulan.
Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan standar periode sebelumnya (2022-2025). Sebelumnya, batas kemiskinan di pedesaan Vietnam adalah sekitar Rp 968.799 dan di perkotaan Rp 1,3 juta.
Bila dibandingkan dengan Indonesia, standar Vietnam kini jauh lebih tinggi. Garis kemiskinan nasional Indonesia per Maret 2025 tercatat sebesar Rp 609.160 per kapita per bulan.
Selain pendapatan, klasifikasi kemiskinan di Vietnam juga memperhitungkan akses terhadap layanan sosial dasar. Warga dikategorikan miskin jika pendapatannya di bawah batas dan mengalami kekurangan pada tiga atau lebih indikator akses layanan dasar. Sementara kategori hampir miskin diperuntukkan bagi mereka dengan pendapatan di bawah batas yang hanya kekurangan pada kurang dari tiga indikator.
Aturan baru ini direncanakan mulai berlaku pada 15 Februari 2026. Pemerintah Vietnam menyatakan bahwa standar ini akan menjadi alat vital untuk memantau kemiskinan, mengidentifikasi kelompok sasaran, dan merencanakan kebijakan sosial-ekonomi.
