Pintasan.co, Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto membawa sejumlah hasil penting dari kunjungan kerjanya ke Inggris.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa pertemuan Presiden Prabowo dengan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menghasilkan komitmen investasi senilai 4 miliar poundsterling atau setara sekitar Rp 90 triliun.
Teddy menjelaskan bahwa hasil pertemuan tersebut mencakup tiga poin utama. Pertama, adanya kesepakatan komitmen investasi bernilai miliaran poundsterling.
Kedua, terjalinnya kerja sama di sektor maritim. Ketiga, kesepakatan pembangunan sebanyak 1.582 kapal nelayan.
Setelah pertemuan dengan PM Starmer, disepakati pula kerja sama pembangunan ribuan kapal nelayan yang seluruh proses produksinya akan dilakukan di Indonesia. Program ini diperkirakan mampu menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar.
Menurut laporan yang diterima Teddy, pembangunan kapal-kapal nelayan tersebut berpotensi menyerap sekitar 600.000 tenaga kerja.
Jumlah tersebut terdiri atas sekitar 30.000 awak kapal, sekitar 400.000 tenaga kerja di sektor produksi dan perakitan kapal, serta sekitar 170.000 tenaga kerja lain dari dampak ekonomi lanjutan atau efek berganda.
Sebelumnya, Presiden Prabowo bertemu langsung dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di Kantor PM Inggris, London, pada Selasa (20/1/2026).
Usai pertemuan itu, Prabowo menyampaikan bahwa Pemerintah Inggris mendukung rencana Indonesia untuk membangun sekitar 1.500 kapal ikan.
Prabowo menegaskan bahwa investasi besar di sektor maritim bertujuan meningkatkan kesejahteraan nelayan di Indonesia, memperbaiki kehidupan masyarakat pesisir, serta meningkatkan asupan protein bagi rakyat.
Ia menilai kerja sama maritim dengan Inggris memiliki nilai strategis karena dapat mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di sektor kelautan.
Presiden juga mengingatkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia merupakan lautan, sehingga potensi sumber daya laut perlu dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
