Pintasan.co, JombangSepasang suami istri terlihat adu mulut. WNA asal Kamboja, Hun Sreyly (28) ribut dengan suami sirinya, Meidar Tahta Harianto (28), warga Perumahan Grand Nature, Desa Pulo Lor, Kecamatan/Kabupaten Jombang. Pertengkaran mereka itu membuat polisi turun tangan karena Meidar diduga sempat menendang badan Hun.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander mengatakan, Meidar menikah secara adat di Provinsi Prey Veng, Kamboja pada 21 Mei 2024. Buah pernikahan ini, Meidar dan Hun Sreyly mempunyai seorang anak laki-laki yang kini berusia 11 bulan.

Preah Sihanouk, Min Phnom Penh, Kamboja menjadi tempat tinggal terakhir mereka. Hingga 25 Desember 2025, Meidar memboyong anak dan istrinya pulang kampung ke rumah orang tuanya di Perumahan Grand Nature.

“Pasangan itu datang ke Indonesia selain kunjungan keluarga juga untuk mengurus pernikahan resmi,” kata Dimas, Kamis (22/1/2026).

Kronologi masalah rumah tangga Meidar dan Hun muncul saat putra mereka sakit batuk dan alergi sejak awal Januari 2026. Kondisi sang anak menjadi salah satu penyebab Hun ingin pulang ke Kamboja sebab ia menilai layanan kesehatan di negaranya lebih bagus.

Kekesalan Meidar yang selama ini dipendam akhirnya meledak pada 21 Januari 2026 sekitar pukul 13.00 WIB. Ia menawari istrinya untuk dibelikan tiket dan diantar ke Jakarta agar bisa terbang ke Kamboja. Namun, Hun yang sibuk berkirim pesan dengan Kedubes Kamboja, tidak menggubrisnya.

Mediar pun menggendong anaknya sambil berjalan ke dapur. Saat itu, ibu dan ponakannya berusaha meredakan situasi. Tiba-tiba Hun datang ingin mengambil anaknya dari gendongan Meidar. Saat itulah Meidar menendang badan istri sirinya itu.

“Kami ke TKP karena menindaklanjuti laporan via 110 terkait dugaan tindak pidana penganiayaan yang dialami WNA dari Kamboja,” terang Dimas.

Kemarin sore sekitar pukul 15.00 WIB, Meidar, Hun dan putranya diamankan ke Polres Jombang. Menurut Dimas, Meidar akhirnya rela melepas kepergian istri siri dan putranya ke Kamboja.

“Kami antar dan dampingi korban dan putranya ke Bandara Juanda untuk kembali ke Kamboja,” tandasnya.

Baca Juga :  Supaya Tertib dan Aman, Rano: Akan Menyiapkan Tempat Khusus PKL-Parkir di Kota Tua dan Tanah Abang