Pintasan.co, Jakarta – Polri bersama TNI dan instansi terkait menyiagakan 128.247 personel gabungan secara nasional untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem. Langkah ini merespons meningkatnya curah hujan yang memicu banjir di Jakarta dan sejumlah daerah lain.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigadir Jenderal Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan kesiapsiagaan berlangsung di seluruh Indonesia, tidak hanya di Jakarta. Polri, kata dia, mengerahkan kekuatan penuh untuk menjaga keselamatan masyarakat dan mempercepat penanganan dampak bencana.

Polri, TNI, dan instansi terkait mengerahkan personel dari berbagai unsur. Kekuatan tersebut terdiri atas 71.012 personel Polri, 13.291 personel TNI, 8.290 personel BPBD, 4.022 personel Basarnas, 8.979 personel Satpol PP, serta 22.653 personel dari unsur lainnya. Petugas menjalankan tugas evakuasi korban, pengamanan wilayah, penyaluran bantuan, layanan kesehatan, serta pemulihan pascabencana secara terpadu.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini pada Kamis, 22 Januari 2026. BMKG memprakirakan hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan sejumlah wilayah lain di Indonesia. Kondisi tersebut berisiko memicu banjir dan genangan, terutama di daerah rawan.

Trunoyudo mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menghindari jalur yang tergenang. Ia juga meminta warga mematuhi arahan petugas di lapangan serta mengutamakan keselamatan diri dan keluarga. Dalam situasi darurat, masyarakat dapat menghubungi call center Polri 110.

Baca Juga :  Sudah Berkirim Surat, Menteri LH Minta DKI Jakarta dan Jabar Segera Sediakan Lahan untuk Pembangunan PSEL