Pintasan.co, Jakarta Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memaparkan capaian program Makan Bergizi Gratis (MBG) di hadapan para pemimpin dunia dalam forum World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1).

Dalam forum tersebut, Prabowo menyampaikan bahwa program MBG telah mendistribusikan 59,8 juta porsi makanan kepada lebih dari 59 juta masyarakat Indonesia, mencakup anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, hingga lanjut usia.

Prabowo menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan secara ketat sejak dua bulan pertama masa pemerintahannya.

Melalui langkah itu, pemerintah berhasil menghemat anggaran hingga US$80 miliar dengan menghentikan berbagai program yang dinilai tidak efisien.

“Dalam dua bulan pertama pemerintahan saya, kami melakukan efisiensi besar-besaran. Kami menghemat sekitar US$80 miliar dengan menghentikan program-program yang tidak efektif,” ujar Prabowo.

Dana hasil penghematan tersebut kemudian dialihkan ke program-program yang dinilai berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Salah satunya adalah program Makan Bergizi Gratis yang resmi dimulai pada 6 Januari 2025 untuk ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan anak-anak Indonesia.

Pada hari pertama pelaksanaannya, program ini didukung oleh 190 dapur yang melayani sekitar 570 ribu penerima manfaat per hari.

Dalam kurun waktu satu tahun, jumlah dapur MBG meningkat signifikan menjadi 21.102 unit yang beroperasi secara nasional.

“Per tadi malam, kami telah memproduksi 59,8 juta porsi makanan setiap hari untuk anak-anak, ibu, dan lansia yang hidup sendiri. Mereka menerima makanan bergizi setiap hari,” ungkap Prabowo.

Ia bahkan membandingkan skala program tersebut dengan jaringan makanan cepat saji global.

Menurutnya, dalam waktu satu bulan ke depan, produksi MBG akan melampaui jumlah makanan yang diproduksi McDonald’s yang mencapai 68 juta porsi per hari.

Baca Juga :  KUHP dan KUHAP Baru Resmi Berlaku, Indonesia Tinggalkan Hukum Pidana Kolonial

Prabowo menambahkan, pada tahun ini pemerintah menargetkan produksi hingga 82,9 juta porsi makanan per hari.

Program MBG diharapkan menjangkau seluruh anak Indonesia, mulai sejak dalam kandungan hingga usia 18 tahun.

“Saya kira McDonald’s memulai dapur pertamanya pada 1940 dan membutuhkan lebih dari 50 tahun untuk mencapai produksi 60 juta makanan. Kami berharap bisa mencapai 82,9 juta porsi sebelum akhir Desember, bahkan mungkin lebih cepat,” tutup Prabowo.