Pintasan.co – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menegaskan bahwa sikap Indonesia terhadap isu Palestina tidak berubah.

Pemerintah Indonesia tetap konsisten mendukung kemerdekaan Palestina melalui kerangka Solusi Dua Negara sebagai jalan penyelesaian konflik berkepanjangan antara Palestina dan Israel.

“Tentu saja arah kompas kita (Indonesia) tetap ‘two state solution’. Indonesia tetap menginginkan kemerdekaan dan kedaulatan Palestina,” ujar Sugiono dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Sugiono menambahkan bahwa dalam memperjuangkan posisi tersebut, Indonesia akan mengambil berbagai langkah yang bersifat strategis dan kontekstual sesuai dinamika global yang berkembang.

“Oleh karena itu, pasti ada langkah-langkah yang sifatnya taktis yang harus kita lakukan,” tambahnya.

Meski demikian, Menlu RI tidak merinci secara detail bentuk langkah-langkah taktis yang dimaksud. Ia hanya menegaskan bahwa seluruh upaya diplomasi Indonesia tetap berpijak pada prinsip keadilan dan penghormatan terhadap kedaulatan Palestina.

Pernyataan Sugiono ini disampaikan untuk menanggapi beredarnya video Presiden RI Prabowo Subianto di media sosial. Dalam video tersebut, Prabowo menyampaikan pandangan bahwa perdamaian di Palestina dapat tercapai apabila seluruh pihak menjamin keamanan Israel.

Video itu direkam saat Presiden Prabowo menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, pada September 2025.

Di sisi lain, komitmen Indonesia terhadap Palestina juga tercermin dalam kebijakan konkret di bidang pendidikan. Saat masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto menggagas program beasiswa bagi mahasiswa Palestina sejak 2023. Program tersebut dilaksanakan melalui Universitas Pertahanan dan bertujuan mempererat hubungan Indonesia–Palestina.

Mahasiswa Palestina yang mengikuti program beasiswa tersebut menempuh pendidikan di berbagai bidang, antara lain kedokteran militer, farmasi militer, teknik sipil, teknik tenaga listrik, teknik mesin, hingga rekayasa keamanan informasi. Program ini menjadi bagian dari dukungan Indonesia yang tidak hanya bersifat politik dan kemanusiaan, tetapi juga berorientasi pada penguatan kapasitas sumber daya manusia Palestina.

Baca Juga :  Pemprov Sulsel Capai Predikat Informatif dalam Layanan Informasi Publik