Pintasan.co – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat terus melakukan proses identifikasi terhadap korban tanah longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Hingga Selasa, sebanyak 30 jenazah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan menyampaikan bahwa pos DVI telah menerima puluhan kantong jenazah hasil evakuasi tim SAR gabungan.
“Dari 48 kantong jenazah tersebut kami telah berhasil mengidentifikasi kurang lebih 30 jenazah dan itu sudah diserahkan kepada keluarga korban,” ujar Hendra di Bandung Barat, Selasa.
Menurutnya, proses identifikasi masih terus berlanjut terhadap jenazah yang belum terkonfirmasi. Tim DVI saat ini fokus pada tahap rekonsiliasi data dengan mencocokkan informasi ante-mortem dan post-mortem yang telah dikumpulkan.
“Untuk selanjutnya, dari sisa jenazah yang ada kami melaksanakan kegiatan rekonsiliasi berkaitan dengan proses identifikasi yang sudah dilakukan, baik pembandingan data post-mortem maupun ante-mortem,” jelasnya.
Hendra berharap, jumlah korban yang teridentifikasi dapat terus bertambah seiring kelengkapan data dan hasil pemeriksaan forensik. Ia juga menilai dukungan berbagai unsur, termasuk Detasemen Anjing Pelacak (Den K9 SAR), sangat penting untuk mempercepat pencarian korban yang masih tertimbun material longsor.
Ia menambahkan, wilayah terdampak memiliki tingkat kesulitan tinggi, terutama di area yang tidak dapat dijangkau secara optimal oleh alat berat.
Berdasarkan data sementara hingga Selasa pukul 18.45 WIB, tim SAR gabungan telah mengevakuasi dan mengirimkan total 48 kantong jenazah ke pos DVI. Dari jumlah tersebut, sebanyak 18 kantong jenazah masih dalam proses identifikasi.
“Karena berdasarkan laporan yang kami terima, jumlah orang hilang terus diperbarui setiap hari. Kami akan melayani sampai seluruh proses selesai,” kata Hendra.
Polda Jawa Barat memastikan seluruh sumber daya dikerahkan secara maksimal untuk mendukung operasi kemanusiaan tersebut.
“Seluruh sumber daya kami kerahkan secara maksimal, cepat, dan terukur agar proses pencarian korban dapat berlangsung efektif, sekaligus memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.
