Pintasan.co, Jakarta – PDI Perjuangan menyampaikan pandangannya mengenai wacana perombakan kabinet. Partai ini berharap pemerintah menjadikan kinerja dan kepentingan rakyat sebagai pertimbangan utama, bukan politik, Rabu (28/1/2026), sebagaimana dilansir dariĀ CNN Indonesia.
Harapan Agar Berbasis Kinerja
Juru Bicara PDIP Guntur Romli menekankan hal penting. Ia berharap reshuffle hanya terjadi atas dasar evaluasi kinerja.
“Kami harapkan reshuffle benar-benar atas dasar pertimbangan kinerja dan kepentingan rakyat. Bukan bagi-bagi jabatan atau kalkulasi politik,” kata Guntur dalam CNN Indonesia TV, Selasa (27/1) malam.
Ia mengingatkan pemerintah. Menteri dengan tingkat kepuasan publik tinggi seharusnya tidak diganti hanya karena alasan politik. Menurutnya, publik sudah melihat kementerian mana yang kinerjanya dinilai rendah atau tinggi.
Respons dari Istana Kepresidenan
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) M Qodari turut memberikan tanggapan. Ia menyatakan bahwa evaluasi terhadap kinerja menteri memang terus berjalan. Evaluasi ini terkait program prioritas pemerintah.
Namun, Istana sebelumnya telah membantah isu reshuffle dalam waktu dekat. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan suatu hal. Presiden Prabowo Subianto belum memiliki agenda untuk merotasi jajaran menteri. “Reshuffle kabinet? Belum, belum, belum ada,” ujarnya pada Senin (19/1).
Kebijakan akhir mengenai reshuffle tetap merupakan hak prerogatif presiden. Masyarakat akan memperhatikan dampak dari keputusan tersebut.
