Pintasan.co, Jakarta – Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menegaskan bahwa Arab Saudi tidak akan mengizinkan penggunaan wilayah darat maupun udara negaranya untuk kepentingan serangan militer terhadap Iran. Ia menyampaikan sikap tersebut dalam percakapan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Dalam komunikasi itu, MBS menegaskan komitmen Riyadh untuk menghormati kedaulatan Iran serta menolak terlibat dalam eskalasi konflik di kawasan. Arab Saudi, kata MBS, memilih menjaga stabilitas regional dan tidak ingin menjadi bagian dari konfrontasi militer.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, menyusul pengerahan kekuatan militer Amerika Serikat, termasuk kehadiran kapal induk USS Abraham Lincoln di kawasan tersebut.
Arab Saudi kembali menegaskan bahwa wilayahnya tidak akan digunakan untuk kepentingan militer pihak mana pun yang dapat memperburuk situasi, khususnya yang menyasar Iran. Sikap ini mencerminkan upaya Riyadh menjaga keseimbangan dan meredam potensi konflik lebih luas di kawasan.
