Pintasan.co, Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan dua peringatan keras kepada Iran sebagai syarat agar negara itu tidak diserang militer oleh AS.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat berada di sekitar Kennedy Center pada Kamis (29/1).
Trump menegaskan dua tuntutannya kepada Teheran, yakni menghentikan program nuklir dan menghentikan tindakan kekerasan terhadap para demonstran.
Ia menuding pemerintah Iran telah menewaskan ribuan orang dalam gelombang aksi protes yang terjadi di negara tersebut.
Trump juga mengklaim bahwa kebijakannya telah mencegah ratusan eksekusi mati di Iran, namun tetap mendesak pemerintah Iran untuk segera mengambil langkah konkret.
Menurut laporan yang ia sebutkan, jumlah korban tewas dalam demonstrasi di Iran mencapai sekitar 5.000 orang.
Di sisi lain, Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel berada di balik kerusuhan yang terjadi, serta menuding keduanya memicu kekacauan dan perusakan fasilitas umum.
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, bahkan menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap aksi unjuk rasa yang dianggap mengganggu stabilitas negara.
Meski melontarkan ancaman, Trump menyatakan masih membuka peluang dialog dengan pemerintah Iran, meski belum merinci waktu maupun agenda pembicaraan.
Ia juga menyinggung pengerahan armada militer AS ke Timur Tengah, seraya mengatakan bahwa kekuatan tersebut diharapkan tidak perlu digunakan jika situasi dapat diselesaikan secara damai.
