Pintasan.co, Jakarta – Pemerintah terus menggenjot upaya pemulihan pascabencana banjir dan longsor di wilayah Sumatra. Saat ini, seluruh akses jalan nasional di daerah terdampak telah kembali tersambung 100 persen.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, konektivitas jalan dan jembatan nasional sudah pulih sepenuhnya.
Tahap selanjutnya, fokus penanganan diarahkan pada perbaikan jembatan serta jalan penghubung antarwilayah, mulai dari kabupaten, kecamatan, hingga desa.
Di Sumatra Barat, pembangunan jembatan bailey tahap kedua masih berlangsung di beberapa lokasi, seperti Solok, Agam, dan Padang Pariaman.
Selain itu, jembatan aramco juga dibangun sebagai solusi darurat untuk menghubungkan ruas jalan yang terputus.
Perkembangan pembangunan jembatan aramco paling signifikan tercatat di Pasaman Barat dengan capaian sekitar 40 persen, disusul wilayah Agam dan Maninjau yang berada di kisaran 10 hingga 20 persen.
Tak hanya infrastruktur jalan, pemerintah juga mempercepat upaya normalisasi sungai, termasuk di Aceh Tenggara.
Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi potensi banjir lanjutan, mengingat intensitas curah hujan masih tinggi pada awal tahun.
