Pintasan.co – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan bahwa pengangkutan sampah dari Kota Bandung menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti selama Januari 2026 masih mengikuti ketentuan lama, yakni dengan batas maksimal 170 rit per hari.

Ia menjelaskan, sepanjang Januari rata-rata pengiriman sampah tercatat mencapai 170,04 rit per hari atau setara dengan sekitar 979 ton sampah setiap harinya. Angka tersebut dinilai masih berada dalam koridor aturan yang berlaku.

“Selama Januari ini, rata-rata pengiriman kita berada di angka 170 rit per hari. Itu masih sesuai dengan regulasi yang berlaku karena sampai sekarang belum ada kebijakan baru terkait kuota pengangkutan ke TPA Sarimukti,” ujar Farhan, Minggu, 1 Februari 2026.

Farhan menambahkan, pada hari Minggu tidak ada aktivitas pengiriman sampah ke TPA Sarimukti karena lokasi tersebut tidak menerima kiriman. Hal ini berimplikasi pada lonjakan jumlah ritase pada hari berikutnya.

Menurut dia, kondisi tersebut menyebabkan peningkatan volume pengiriman pada hari Senin sehingga pengelolaan sampah di tingkat sumber dan tempat penampungan sementara (TPS) harus diperkuat untuk mencegah penumpukan.

“Karena hari Minggu nihil pengiriman, otomatis hari Senin selalu terjadi peningkatan. Ini yang harus kita antisipasi dengan pengolahan di sumber dan penguatan sistem TPS,” katanya.

Terkait kondisi di lapangan, Farhan mengakui bahwa tumpukan sampah sempat meningkat di sejumlah titik, terutama di Sub Wilayah Kota (SWK) Bojonegara dan Tegallega. Selain itu, proses operasional di TPA Sarimukti juga mengalami hambatan akibat faktor cuaca.

Ia menyebut hujan yang mengguyur kawasan TPA berdampak pada pergerakan alat berat, sehingga sempat terjadi antrean kendaraan pengangkut sampah, bahkan insiden kendaraan terguling akibat medan yang licin.

“Beberapa waktu lalu sempat terjadi antrean kendaraan, bahkan ada yang terguling karena kondisi lahan licin akibat hujan. Ini menjadi perhatian kami, termasuk kemungkinan optimalisasi alat berat agar proses bongkar muat bisa lebih lancar,” ungkapnya.

Baca Juga :  Insiden Ledakan Speedboat Cagub Maluku Utara: 16 Orang Luka-luka Masih Dirawat