Pintasan.co, JakartaMajelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan dukungan terhadap keputusan Indonesia untuk bergabung dalam Board of Peace (Dewan Perdamaian) setelah melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan.

Dukungan tersebut diberikan dengan catatan bahwa Dewan Perdamaian dijalankan demi kemaslahatan umat, bangsa, dan kemanusiaan secara luas.

Diketahui, Presiden Prabowo mengundang sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam ke Istana Negara, Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, MUI menyatakan persetujuannya terhadap keikutsertaan Indonesia di Board of Peace setelah mendengarkan penjelasan Presiden secara komprehensif.

Ketua Umum MUI Anwar Iskandar menegaskan bahwa MUI pada prinsipnya selalu berpihak pada kemaslahatan umat, bangsa, dan kemanusiaan.

Ia menilai komitmen yang disampaikan Presiden Prabowo sejalan dengan prinsip tersebut. Menurutnya, selama keberadaan Board of Peace membawa manfaat dan kebaikan, tidak ada alasan bagi Indonesia untuk menolak keterlibatan.

Namun, ia juga menegaskan adanya komitmen untuk menarik diri jika forum tersebut di kemudian hari tidak lagi memberikan kemaslahatan.

Dari hasil dialog tersebut, Anwar menangkap komitmen kuat Presiden Prabowo dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina secara menyeluruh.

Melalui Dewan Perdamaian, Presiden disebut berupaya mendorong kemerdekaan Palestina yang berdaulat sekaligus membantu meringankan penderitaan rakyat Palestina, khususnya di Gaza.

Anwar menjelaskan bahwa tujuan inilah yang menjadi dasar Indonesia bersama negara-negara Islam lainnya bergabung dalam Board of Peace.

Menurutnya, kerja sama tersebut diarahkan untuk memperjuangkan perdamaian dunia dan memberikan manfaat nyata bagi kemanusiaan.

Ia juga menyoroti pernyataan Presiden Prabowo yang menegaskan bahwa Indonesia dan negara-negara Islam lainnya siap menarik diri dari Board of Peace apabila forum tersebut bertindak di luar prinsip kemaslahatan, khususnya jika tidak lagi berpihak pada kepentingan Palestina dan perdamaian global. Pernyataan ini dinilai penting sebagai bentuk ketegasan sikap Indonesia.

Baca Juga :  Kendala Ibadah Haji 2025: Menteri Agama RI Sampaikan Permohonan Maaf

Selain isu internasional, Anwar turut menyampaikan bahwa Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut menegaskan komitmennya untuk berpihak pada kepentingan dan kesejahteraan rakyat Indonesia, memberantas korupsi, serta membawa Indonesia menuju kemakmuran dan masa depan yang lebih baik.

Sebelumnya, MUI sempat menyuarakan permintaan agar Indonesia tidak bergabung dengan Board of Peace.

Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, menilai bahwa Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump tersebut tidak berpihak pada Palestina.

Ia menyoroti keterlibatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam forum tersebut, sementara Palestina tidak dilibatkan sebagai anggota, sehingga memunculkan keraguan terhadap keberpihakan Board of Peace terhadap perjuangan Palestina.