Pintasan.co, Surabaya – Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang menjadi icon kota Surabaya, saat ini menjadi sorotan. Pasalnya, setelah kantor pengelolanya digeledah tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur (Jatim) terkait dugaan korupsi pengelolaan keuangan.
Penggeledahan itu memicu perhatian publik, termasuk soal dampaknya terhadap operasional KBS dan kondisi satwa. Di tengah proses hukum yang masih berjalan, manajemen KBS memastikan pelayanan kepada pengunjung serta perawatan satwa tetap berjalan normal.
Dalam pantauan di lapangan menunjukkan respons beragam dari pengunjung yang datang, sebagian menilai ada perubahan kondisi satwa, sementara lainnya melihat kawasan KBS justru semakin tertata.
Adapun Fakta-fakta respons Manajemen usai KBS diduga tersangkut kasus korupsi
1. Manajemen KBS Tegaskan Operasional Tetap Jalan
Direktur Operasional KBS Nurika Widyasanti menyatakan pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. Namun, pihaknya juga tetap fokus pada kesehatan dan kesejahteraan satwa, karyawan, serta kenyamanan pengunjung.
“Di sini proses hukum yang sedang berlangsung sudah pasti akan kami hormati tapi tidak mengganggu operasional, baik itu operasional satwa, apapun dalam pelayanan kami kepada pengunjung,” ujarnya, Minggu (8/2/2026).
Pihaknya juga menekankan terkait dengan pengelolaan dan perawatan satwa masih menjadi prioritas utama pihak manajemen. Pemeliharaan satwa hingga kini tetap berjalan normal.
“Kami menegaskan secara pengelolaan, perawatan, dan pemeliharaan satwa sampai dengan saat ini masih berjalan dengan normal dan memang satwa ini adalah menjadi salah satu prioritas utama dari manajemen,” katanya.
2. KBS Komitmen Jaga Kesehatan Satwa
Nurika juga menegaskan komitmen manajemen KBS dalam menjaga kesejahteraan dan kesehatan satwa tetap dijalankan di tengah proses hukum yang berlangsung.
“Manajemen pastinya terus berkomitmen untuk terus mengedepankan kesejahteraan dan kesehatan satwa, paling tidak melalui dengan memastikan ketercukupan pakan, paling tidak secara pemeliharaan dan kesehatan juga kita lakukan sesuai standar yang ada dan sebagaimana sehari-hari yang kami lakukan,” imbuhnya.
Selain Nurika, pihak humas KBS juga menyampaikan hal serupa.
“Kebun Binatang Surabaya dalam kondisi normal, normal saja dan baik-baik saja,” kata Lintang.
3. KBS Tetap Ramai Pengunjung
Di dalam lokasi KBS, menunjukkan aktivitas wisata di KBS tetap berlangsung normal pada akhir pekan. Pantauan detikJatim di lokasi, pengunjung tampak memadati sejumlah area kandang satwa dan wahana.
Kondisi kunjungan KBS masih ramai seperti biasanya. Meski mengetahui adanya isu dugaan korupsi, sejumlah pengunjung menyebut hal itu tidak mempengaruhi minat mereka untuk berkunjung.
“Yang penting kami mencari hiburan mbak, biarin orang-orang itu korupsi ta apa, nggak pengaruh si,” ucap mereka.
4. Pengunjung Menilai Satwa Berubah
Ada salah satu pengunjung, yang bernama Hari, yang mengaku melihat perubahan kondisi satwa dibandingkan sebelumnya. Ia menilai kondisi satwa agak kurus badannya.
“Memang sih kayake kok untanya, jerapah, singa-singanya kayak kurus. Binatangnya nggak sebanyak dulu prosoku (menurutku),” ujarnya.
Namun, di sisi lain, tidak sedikit yang menilai ada perubahan. Seperti pengunjung bernama Erma yang justru melihat perbaikan di kawasan kebun binatang.
“Tapi, sekarang ada taman-taman jadi bagus, banyak wahana,” katanya.
5. Dugaan Korupsi Masih Disidik Kejati Jatim
Kepala Seksi Penyidikan Pidana Khusus Kejati Jatim John Franky Yanafia Ariandi menjelaskan bahwa penggeledahan merupakan bagian dari pendalaman perkara.
“Terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan PDTS KBS tahun anggaran 2013 sampai dengan 2024,” kata Franky.
Dalam penggeledahan tersebut, penyidik Pidsus Kejati Jatim mengerahkan tiga unit mobil untuk membawa petugas serta berkas-berkas yang diamankan dari kantor pengelola KBS.
