Pintasan.co, Malaysia – Organisasi Islamic World Development Network (IWDN) memperkuat jejaring internasionalnya dengan menjalin kerja sama strategis bersama Universiti Sains Islam Malaysia (USIM).
Pertemuan yang berlangsung hangat di lingkungan kampus USIM pada Jumat, (6/2/2026) ini membuahkan penandatangan Letter of Intent (LoI) yang memayungi berbagai insiatif akademik dan pengembangan masyarakat.
Penandatangan dokumen tersebut dilakukan oleh Presiden IWDN, Fakih Fadilah Muttaqin, M.A., dan Dekan Fakulti Syariah dan Undang-Undang USIM, Assoc. Prof. Dr. Abdul Manan Ismail. Dalam pertemuan tersebut, Fakih menyampaikan bahwa IWDN, yang kini telah memiliki jaringan 25 kampus di Indonesia serta 10 negara di dunia termasuk di antaranya adalah Austria, Kadana, dan Jepang, berkomitmen menjadi katalitasor kolaborasi bagi mahasiswa di seluruh dunia.
Dalam implementasinya, kerja sama yang akan dilaksanakan kedua institusi tersebut akan memfokuskan pada pengembangan akademik melalui pertukaran antar mahasiswa. Program ini nantinya diharapkan dapat memberikan wawasan global bagi para akademisi dari kedua institusi.
Program lainnya adalah kesepakatan untuk terjun langsung dalam program-program sosial yang berdampak nyata bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan visi IWDN yang berfokus pada aksi nyata dan dampak bukan sekadar kegiatan seremonial belaka.
Meyadari reputasi USIM dalam publikasi terindeks Scopus, kedua pihak berencana melakukan riset bersama dan penerbitan artikel ilmiah atau jurnal dalam edisi khusus yang membahas isu-isu penting dan terkini yang tentunya dapat bermanfaat bagi masyarakat luas.
Selain itu, kesepakatan kerja sama itu juga turut membahas bagaimana dapat memberikan kesempatan bagi mahasiswa, baik pada tingkat sarjana maupun pascasarjana, untuk mendapatkan pengalaman kerja profesional di jaringan internasional yang dimiliki oleh IWDN maupun di lingkungan akademik USIM.
Dalam audiensi kerja sama tersebut, Fakih Fadilah menekankan bahwa IWDN merupakan wadah bagi mahasiswa magister dan doktor dari berbagai latar belakang kampus di Indonesia dan luar negeri. Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk kementrian dan tokoh diplomatik, IWDN berhadap kolaborasi dengan USIM dapat menjadi jembatan bagi mahasiswa Indonesia untuk mencicipi atmosfer pendidikan internasional di Malaysia.
Pihak USIM, melalui Assoc. Prof. Dr. Abdul Manan Ismail, menyambut baik skema kolaborasi ini. beliau memaparkan bahwa USIM sebagai universitas negeri terbaik ke-12 dari 20 universitas negeri di Malaysia memiliki komitmen tinggi terhadap integrasi ilmu antara ilmu Naqli dan Aqli.
USIM juga menawarkan berbagai kemudahan perkuliahan bagi para mahasiswa baik ditingkat magister dan doktoral yang ingin melanjutkan jenjang pendidikannya di kampus USIM.
Sebagai tindak lanjut dari LoI ini, kedua pihak akan segera menyusun proposal teknis untuk kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan baik dalam jangka waktu terdekat, menengah, hingga jangka panjang. Beberapa agenda yang dibahas termasuk penyelenggaraan seminar internasional secara daring maupun luring, serta partisipasi USIM dalam Research Forum bulanan yang rutin diadakan oleh IWDN.
Kolobarasi ini diharapkan tidak hanya berhenti di atas kertas semata, tetapi mampu menciptakan ekosistem yang saling menguatkan antar sesama muslim di berbagai belahan dunia, sesuai dengan semangat persaudaraan (brotherhood) yang diusung oleh IWDN.
