Pintasan.co – Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, membantah kabar yang menyebut adanya perundingan antara Iran dan Amerika Serikat.
Ia menegaskan informasi tersebut sebagai “berita palsu” yang bertujuan memengaruhi pasar minyak dan finansial global.
Melalui pernyataannya di media sosial X pada Senin, Ghalibaf menyebut tidak ada proses negosiasi yang sedang berlangsung. Ia juga menilai kabar tersebut sengaja disebarkan untuk mengalihkan perhatian dari situasi yang dihadapi Amerika Serikat dan Israel.
“Tidak ada negosiasi dengan Amerika Serikat. Laporan palsu ini dimaksudkan untuk memanipulasi pasar finansial dan minyak serta menghindari tekanan yang dihadapi AS dan Israel,” ujarnya.
Ghalibaf menambahkan, masyarakat Iran menginginkan adanya balasan tegas terhadap pihak yang dianggap sebagai agresor. Ia juga menegaskan bahwa seluruh pejabat negara tetap solid mendukung kepemimpinan nasional serta perjuangan yang sedang berlangsung.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan telah memerintahkan penundaan serangan terhadap infrastruktur energi selama lima hari. Ia menyebut keputusan tersebut diambil karena dialog dengan Teheran dalam dua hari terakhir dinilai berjalan “sangat baik dan produktif”.
Ketegangan di kawasan Teluk Persia meningkat sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar serta kerusakan infrastruktur, termasuk disebut-sebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menyasar wilayah Israel serta sejumlah negara di kawasan seperti Yordania dan Irak, termasuk titik-titik yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.
Rangkaian serangan tersebut tidak hanya menyebabkan korban jiwa dan kerusakan, tetapi juga berdampak pada stabilitas kawasan, termasuk gangguan terhadap pasar global dan penerbangan internasional.
