Pintasan.co – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan bahan bakar gas (BBG) di Kota Bandung dalam kondisi aman dan terkendali.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah pusat telah menjamin tidak akan ada kenaikan harga untuk BBM dan BBG bersubsidi dalam waktu dekat.
“Secara umum kita masih dalam kondisi optimis. Suplai BBM dan BBG untuk kebutuhan industri maupun rumah tangga terjaga. Jaminan dari Menteri Keuangan ini membuat kita semua lebih tenang, tidak perlu deg-degan,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (30/3/2026).
Meski demikian, Farhan mengingatkan pentingnya kesiapan infrastruktur distribusi energi di seluruh wilayah Jawa Barat. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang berpotensi memicu kepanikan.
“Kita harus meyakinkan masyarakat bahwa stok aman. Jangan sampai ada panic buying, baik BBM maupun BBG,” imbaunya.
Di sisi lain, Pemkot Bandung juga mulai menyiapkan langkah jangka panjang dalam sektor energi. Farhan mengungkapkan bahwa hingga kini belum ada arahan resmi dari pemerintah pusat terkait konversi energi dari BBM ke listrik di daerah. Namun, pihaknya tengah aktif menyusun strategi bersama pemerintah pusat, termasuk dalam pemanfaatan sampah menjadi energi listrik.
Salah satu upaya yang tengah didorong adalah pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di kawasan Bandung Raya. Selain di Legok Nangka dan Sarimukti, pemerintah juga mempertimbangkan kawasan eks TPA Jelekong sebagai alternatif lokasi baru guna mendukung kebutuhan energi regional.
“Kami akan koordinasi dengan pemerintah pusat. Ini penting untuk solusi jangka panjang, khususnya energi berbasis lingkungan,” jelasnya.
Tak hanya itu, Farhan juga menyinggung rencana penerapan sistem kerja fleksibel bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk opsi work from home (WFH). Namun, kebijakan tersebut masih menunggu petunjuk pelaksanaan dan teknis dari pemerintah pusat.
“Kita masih menunggu juklak dan juknis. Yang penting nanti adalah bagaimana mengukur efektivitas kerja ASN,” ujarnya.
