Pintasan.co, Jakarta – Sekolah Generasi Indonesia Jaya untuk Semua (GenIUS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul dari kawasan Indonesia Timur melalui penyelenggaraan GenIUS Expo (GExpo) 2026. Ajang tahunan yang memasuki tahun kedelapan tersebut menjadi wadah bagi ratusan siswa untuk menampilkan hasil riset, inovasi, dan karya kreatif yang lahir dari potensi daerah asal mereka.
GExpo 2026 yang berlangsung pada 8–12 Juni 2026 mengusung tema “Nosce Te Ipsum Et Regete: Mengenal Diri, Nyatakan Karya.” Tema tersebut menekankan pentingnya proses pengenalan diri sebagai fondasi dalam melahirkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Lebih dari 400 peserta didik dari berbagai wilayah Indonesia Timur turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka mempresentasikan beragam penelitian dan inovasi yang dikembangkan melalui pendekatan ilmiah berbasis potensi lokal.
Pembukaan GExpo 2026 menjadi semakin istimewa dengan kehadiran Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka. Kehadiran Wapres dinilai sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap upaya pemerataan kualitas pendidikan, khususnya bagi generasi muda yang berasal dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Selain Wakil Presiden, sejumlah pejabat dan perwakilan kementerian serta lembaga negara turut hadir memberikan apresiasi kepada para peserta. Di antaranya perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PPN/Bappenas, hingga Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Direktur Sekolah GenIUS mengatakan, GExpo bukan sekadar ajang pameran karya, melainkan ruang pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk menemukan potensi terbaik dalam diri mereka.
“Di balik setiap penelitian dan karya yang ditampilkan, terdapat proses panjang anak-anak dalam belajar bertanya, berpikir kritis, dan menemukan perannya di tengah masyarakat,” ujarnya.
Salah satu daya tarik utama dalam GExpo 2026 adalah berbagai penelitian yang mengangkat potensi sumber daya alam daerah masing-masing peserta. Melalui riset tersebut, para siswa berupaya menghadirkan solusi sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.
Di antaranya penelitian mengenai kandungan kafein pada Kopi Arabika Menebega yang dilakukan oleh Jerekia Bagau asal Intan Jaya. Penelitian tersebut bertujuan meningkatkan daya saing kopi lokal di pasar nasional maupun internasional.
Selain itu, riset mengenai tanaman tali kuning (Arcangelisia flava) juga mendapat perhatian. Penelitian yang dilakukan oleh Nikson Oropka, Arenst Kafiar, dan Linus Walam tersebut mengkaji potensi senyawa aktif tanaman sebagai bahan alami antimalaria.
Selama lima hari pelaksanaan, GExpo 2026 menghadirkan berbagai kegiatan mulai dari pameran hasil riset, simposium ilmiah, plenary session, pertunjukan seni budaya, hingga talkshow inspiratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Kegiatan ini juga menjadi representasi keberagaman talenta dari berbagai daerah di Indonesia Timur, mulai dari Papua hingga Maluku. Para peserta menunjukkan bahwa keterbatasan geografis tidak menjadi hambatan untuk menghasilkan karya yang inovatif dan berdaya saing.
Melalui GExpo 2026, Sekolah GenIUS berharap dapat memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, lembaga riset, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan di seluruh pelosok Indonesia.
