Pintasan.co, Jakarta – Puluhan ribu warga Iran turun ke jalan untuk menyatakan dukungan kepada pemerintah di tengah memanasnya gelombang protes selama dua pekkan terakhir. Massa berkumpul di berbagai titik di Teheran, termasuk Lapangan Enqelab, sambil menyuarakan penolakan terhadap campur tangan Barat.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa Iran menghadapi perang di berbagai lini, mulai dari ekonomi, psikologis, hingga militer melawan Amerika Serikat dan Israel. Ia juga memperingatkan bahwa militer Iran akan merespons keras jika negara itu diserang.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyebut aksi dukungan tersebut sebagai peringatan langsung kepada Amerika Serikat. Menurutnya, demonstrasi besar itu berhasil menggagalkan rencana kekuatan asing yang berupaya memanfaatkan kerusuhan dalam negeri.

Di sisi lain, kelompok hak asasi manusia melaporkan bahwa bentrokan selama rangkaian protes telah menewaskan lebih dari 600 orang. Pemerintah Iran membantah situasi memburuk dan mengklaim kondisi keamanan kini terkendali.

Pemerintah juga secara terbuka menyerukan pendukungnya untuk turun ke jalan sebagai unjuk kekuatan, menyusul aksi protes yang sebelumnya menantang kepemimpinan Ayatollah Khamenei. Demonstrasi tersebut diwarnai teriakan slogan anti-Amerika dan anti-Israel.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran berupaya membuka jalur negosiasi dengan Washington setelah ancaman serangan militer. Hingga kini, Teheran belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan tersebut.

Baca Juga :  Unjuk Rasa di Bandung Berlangsung Damai, Tim Mojang Lodaya Polda Jabar Jadi Ujung Tombak Pendekatan Humanis