Pintasan.co, JakartaMisi Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) melaporkan bahwa tank-tank Israel menembaki lokasi di dekat posisi pasukan penjaga perdamaian asal Spanyol di Lebanon selatan pada Selasa (13/1/2026). Kontingen Spanyol, yang berjumlah lebih dari 600 personel, merupakan salah satu kontingen terbesar dalam misi ini.

Media Spanyol El Pais menyebut insiden ini bukan yang pertama kalinya. Pasukan Spanyol sering melaporkan pelecehan dari militer Israel yang menganggap kehadiran mereka tidak diinginkan karena menjadi saksi operasi di wilayah selatan Lebanon.

UNIFIL mencatat dua serangan terhadap personelnya yang mudah teridentifikasi mengenakan atribut biru PBB dalam 24 jam terakhir. Menurut Arab News, insiden semacam ini sudah menjadi hal yang “sangat umum” dan melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 yang mengakhiri perang 2006.

Lebih rinci, UNIFIL menyatakan dua mortir menghantam posisinya dekat desa Yaroun pada Senin malam. Sebelumnya, pengawas PBB juga melihat dua tank Merkava Israel bergerak lebih dalam ke wilayah Lebanon dekat Kota Sarda. Meski UNIFIL telah meminta penghentian aktivitas melalui saluran penghubung, sebuah tank Israel justru melepaskan tiga tembakan. Dua di antaranya mendarat sekitar 150 meter dari posisi pasukan PBB.

Personel PBB yang berusaha mundur untuk menyelamatkan diri masih terus dilacak dengan laser dari tank-tank tersebut. Tank-tank tersebut baru mundur sekitar 30 menit kemudian, tanpa ada korban luka.

UNIFIL menegaskan bahwa pihaknya selalu memberi tahu IDF sebelumnya tentang aktivitas patroli di dekat Garis Biru sesuai prosedur standar. Mereka menyerukan IDF untuk menjamin keselamatan pasukan penjaga perdamaian dan menghentikan serangan yang semakin sering terjadi, karena tindakan tersebut merusak stabilitas regional.

Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengingatkan kewajiban semua pihak untuk memastikan keselamatan pasukan penjaga perdamaian.

Baca Juga :  PM Kamboja Serukan Penyelesaian Sengketa Perbatasan dengan Thailand Lewat Jalur Diplomatik

Namun, IDF membantah laporan UNIFIL. Menurut Times of Israel, militer Israel bersikeras bahwa pasukan mereka menyerang Hizbullah dan tidak membahayakan pasukan PBB. Mereka mengklaim berdasarkan penyelidikan awal tidak ada personel PBB yang teridentifikasi di area serangan saat itu.

Ketegangan di perbatasan Israel-Lebanon tetap tinggi meski gencatan senjata yang dimediasi AS berlaku sejak November 2024. Gencatan senjata ini menghentikan permusuhan lintas perbatasan yang dipicu serangan Hizbullah sebagai solidaritas terhadap warga Palestina di Gaza.