Pintasan.co, Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump merespons penangkapan mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dengan pernyataan bernada perayaan. Trump menilai operasi tersebut berlangsung sangat terencana dan menunjukkan keunggulan taktis militer Amerika Serikat.
Trump menyampaikan penilaian itu saat menghadiri pertemuan Partai Republik di Washington, waktu setempat. Dia mengatakan Amerika Serikat mengerahkan kekuatan militer besar dalam operasi penangkapan yang berlangsung pada Sabtu (3/1/2026).
“Kami mengerahkan banyak pasukan di lapangan. Operasi ini berjalan luar biasa dan sangat brilian secara taktis,” ujar Trump, seperti dikutip dari detikNews, Selasa (6/1/2026).
Trump juga menyebut ratusan pesawat militer Amerika terlibat dalam operasi tersebut. Dia mengungkapkan total 152 pesawat dikerahkan untuk mendukung jalannya penangkapan Maduro, termasuk dukungan pasukan darat.
“Operasi ini sangat kompleks. Kami menggunakan 152 pesawat dan banyak pasukan darat,” katanya.
Selain itu, Trump menegaskan tidak ada korban jiwa dari pihak militer Amerika Serikat selama operasi berlangsung. Namun, dia menyebut sejumlah pihak dari kubu Maduro tewas dalam operasi tersebut.
“Tidak ada satu pun pasukan kami yang terbunuh. Di sisi lain, banyak korban jatuh dari pihak lawan,” ujarnya.
Trump juga mengungkapkan bahwa Amerika Serikat memutus aliran listrik di seluruh wilayah Venezuela sebelum operasi dimulai. Dia mengatakan langkah tersebut bertujuan mengejutkan pihak lawan dan melumpuhkan sistem pendukung mereka.
“Di Caracas tidak ada listrik. Hanya orang-orang yang menggunakan lilin yang memiliki penerangan. Kami memang sengaja mengejutkan mereka,” kata Trump.
