Pintasan.co, SurabayaSistem parkir modern non-tunai kini diterapkan di semua wilayah Kota Surabaya. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta warga melapor ke Satgas Anti-Premanisme jika menemukan juru parkir (jukir) yang menolak pembayaran non-tunai.

“Parkir non-tunai sudah jalan. Maka saya mohon warga Surabaya, kalau membayar, itu saya imbau untuk non-tunai,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Balai Kota Surabaya, Selasa (6/1/2026).

Tujuan parkir non-tunai agar tidak ada praktik tarif parkir tidak sesuai ketentuan, termasuk pemaksaan tarif. Oleh karena itu, ia meminta kepada seluruh warga untuk tidak ragu melapor jika menemukan oknum jukir yang menolak pembayaran non tunai atau melakukan intimidasi.

“Agar tidak ada lagi yang (misal) bayar tunai tapi dipaksa Rp 10.000, tidak ada. Maka kalau warga Surabaya yang membayarnya non-tunai, ternyata ada yang masih menolak atau tidak diperbolehkan atau diintimidasi, tolong laporkan ke Satgas Anti-Preman. Langsung kita ambil (jukirnya) kita ganti, kita copot,” tegasnya.

Meski begitu, pembayaran tunai tetap diperbolehkan karena penggunaan rupiah tidak boleh ditolak. Namun, ia mengingatkan agar warga tetap diberikan pilihan.

“Tapi kalau dia tetap membayar tunai, ya tetap boleh. Karena kan tidak boleh kita menolak rupiah. Tapi dengan catatan bahwa warga Surabaya punya pilihan untuk non-tunai,” jelasnya.

Eri memastikan, sistem non tunai berlaku untuk seluruh jenis parkir, baik parkir tepi jalan umum (TJU) maupun parkir yang masuk dalam pajak parkir. Penerapan non tunai ini dinilainya lebih memudahkan dalam pendataan jumlah kendaraan.

“Karena kalau parkir yang seperti di Tunjungan Plaza, Galaxy Mall, itu kan juga non-tunai. Karena apa? Karena kita bisa tahu jumlahnya kendaraan yang masuk berapa,” pungkasnya.

Untuk diketahui terkait pelaporan tentang parkir, warga bisa melaporkan ke 112 atau langsung ke tempat satgas penanganan premanisme Kota Surabaya. Kantor satgas anti premanisme berada di samping Inspektorat Kota Surabaya. Kemudian ada 5 posko satgas yang didirikan di wilayah utara, barat, selatan, timur, dan pusat.

Baca Juga :  Ini Alasan Pramono Pilih Lapangan Banteng sebagai Lokasi HUT Jakarta Pertama Kali