Pintasan.co, SurabayaKota Surabaya sore hari ini diguyur hujan badai. Hujan yang disertai angin kencang ini memicu sejumlah pohon tumbang. Salah satunya di Jalan Upa Jiwa, Ngagel, Surabaya yang sempat mengganggu akses pengguna jalan.

Prakirawan BMKG Juanda, Rendy Irawadi menjelaskan, hujan badai yang berlangsung mulai pukul 14.00 hingga sekitar 15.30 WIB itu termasuk kategori hujan sangat lebat. Curah hujan diduga mencapai lebih dari 50 milimeter.

Hujan badai ini menurut Rendy, pemicunya karena adanya awan cumulonimbus multisel yang memanjang dari Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, hingga Surabaya.

“Ya hujan barusan itu kriteria nya masih hujan sangat lebat ya. Hujan jenis ini memang akan sering terjadi ketika di musim hujan saat ini,” urai Rendy, ketika dikonfirmasi, Senin (2/3/2026).

Menurut pantauan BMKG, hujan jenis ini akan terus bergerak hingga ke wilayah Sidoarjo. Namun intensitasnya sudah menurun. Sebab hujan yang disebabkan oleh awan cumulonimbus hanya berdurasi sekitar satu hingga dua jam.

“Setelah dua jam hujan sangat lebat biasanya kalau masih ada sisa itu diakibatkan oleh awan menengah. Itu intensitasnya ringan hingga sedang sehingga hujannya awet,” jelasnya.

Meski dalam 10 hari ke depan Jawa Timur berpotensi mengalami cuaca ekstrem, kondisi tersebut tidak berarti Surabaya akan diguyur hujan lebat hingga sangat lebat setiap hari. Potensi itu bersifat berkala dan dapat terjadi di berbagai wilayah Jawa Timur pada waktu yang berbeda.

Pola hujan seperti ini umumnya terjadi pada siang hingga sore hari. Pada pagi hari cuaca cenderung cerah karena terjadi pemanasan dan penguapan yang memicu pertumbuhan awan. Ketika energi sudah cukup, awan cumulonimbus berkembang dan memicu hujan lebat disertai angin kencang serta petir.

“Jadi cenderung terjadinya hujan biasanya di siang hingga sore hari. Kadang beberapa case itu akan terjadi hujan di malam hari akibat dari pertumbuhan awan yang terjadi di lautan masuk ke wilayah daratan nah itu hujannya cenderung di malam atau dini hari,” ucap Rendy.

BMKG menghimbau masyarakat agar tetap mewaspadai potensi genangan di sejumlah titik rawan Surabaya, terutama kawasan dengan kontur cekungan seperti Jalan Mayjen Sungkono. Angin kencang juga berisiko merobohkan pohon yang sudah lapuk atau berakar lemah, serta membahayakan pengendara saat melintas di jalan yang licin maupun berlubang.

Baca Juga :  Dampak Hujan Badai di Surabaya 57 Pohon Tumbang dan 1 Pekerja Tewas