Pintasan.co, Kulon Progo – Perubahan cuaca ekstrem akhir-akhir ini mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo untuk memperketat kewaspadaan, mengingat situasi tersebut berpotensi memicu bencana.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo, Heri Darmawan, menyampaikan bahwa seharusnya bulan Agustus merupakan puncak musim kemarau.

“Menurut info dari BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika), harusnya ini sudah kemarau, tapi kami melihat kondisi cuacanya tak menentu,” kata Heri pada Jumat (29/08/2025).

Ia menilai perubahan cuaca yang terjadi saat ini cukup ekstrem, dari yang sebelumnya cerah tiba-tiba menjadi mendung dan hujan.

Hujan yang turun seringkali berlangsung lama dan kadang disertai angin kencang. Sebagai langkah pencegahan, BPBD berupaya mengurangi risiko pohon tumbang.

Heri menyebut, pihaknya telah melakukan penanganan pada pepohonan di sepanjang jalan kabupaten yang dianggap berpotensi rawan tumbang .

“Kami lakukan pemangkasan dan penebangan terhadap pohon yang lapuk agar tidak membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.

Langkah serupa juga dilakukan terhadap pepohonan sepanjang jalan provinsi dan jalan nasional.

BPBD Kulon Progo berkoordinasi dengan pihak berwenang terhadap jalan-jalan tersebut untuk penanganannya.

Selain antisipasi pohon tumbang, banjir genangan juga menjadi perhatian.

Biasanya, banjir genangan terjadi akibat tingginya intensitas curah hujan dalam waktu yang lama, serta saluran drainase yang kurang lancar.

“Kami berkomunikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) untuk penanganan drainase,” jelas Heri.

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, sebelumnya juga mengimbau instansi terkait agar memberi perhatian pada persoalan drainase di area perkotaan, khususnya sekitar Alun-alun Wates (Alwa).

Pasalnya, hujan deras yang berlangsung cukup lama beberapa waktu lalu menyebabkan genangan tinggi di jalan sekitar dan halaman Alun-alun akibat saluran drainase yang tidak mampu menampung volume air.

“Kejadian tersebut menjadi peringatan bagi kami agar lebih siaga dalam menghadapi potensi dampak hujan,” kata Agung.

Baca Juga :  Pejabat Korea Selatan Kunjungi Desa Percontohan Saemaul di Nanggulan, Kulon Progo