Pintasan.co, Jakarta – Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez resmi menjabat sebagai presiden setelah pasukan Amerika Serikat menculik Presiden Nicolas Maduro pada akhir pekan lalu.
Prosesi pelantikan berlangsung di Majelis Nasional Venezuela, Senin (5/1/2026). Presiden Majelis Nasional Jorge Rodriguez mengawasi langsung pengucapan sumpah jabatan tersebut bersama Nicolas Maduro Guerra, putra Maduro.
Dalam pidatonya di hadapan parlemen, Rodriguez secara terbuka mengecam serangan Amerika Serikat ke Caracas serta penculikan Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
“Saya berdiri di sini dengan perasaan duka atas penculikan dua pahlawan yang disandera, Presiden Nicolas Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores,” ujar Rodriguez, dilansir CNN Indonesia mengutip Al Jazeera.
Rodriguez menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas negara. Dia berjanji akan bekerja tanpa henti demi menjamin perdamaian serta ketenangan sosial, ekonomi, dan spiritual bagi rakyat Venezuela.
Pelantikan tersebut berlangsung setelah Amerika Serikat membombardir Ibu Kota Caracas dan membawa Maduro beserta istrinya ke AS, Rabu (3/12/2015). Aparat AS langsung menerbangkan keduanya keluar dari Venezuela usai operasi militer tersebut.
Sejumlah negara dan komunitas internasional mengecam langkah Amerika Serikat. Mereka menilai operasi itu melanggar hukum internasional dan mencederai kedaulatan negara lain.
Sementara itu, pengadilan federal New York tengah memproses perkara hukum terhadap Maduro. Dalam sidang awal, Maduro menyatakan tidak bersalah atas seluruh dakwaan yang diajukan pemerintah Amerika Serikat.
Jaksa AS menjerat Maduro dengan sejumlah tuduhan, mulai dari narkoterorisme, konspirasi penyelundupan kokain, kepemilikan senjata api, hingga rencana penggunaan senjata melawan Amerika Serikat.
