Pintasan.co, Bandung – Dukungan terhadap pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung, Dadang Supriatna-Ali Syakieb, terus menguat, dengan banyak pihak berpaling dari kandidat lain. 

Setelah sejumlah mantan pengurus DPD Golkar dan pengurus kecamatan mendeklarasikan dukungannya, kini giliran sejumlah kader PKS yang sebelumnya mendukung pasangan Sahrul Gunawan-Gun Gun Gunawan, memilih beralih haluan ke pasangan Bedas (Bersama Dadang Supriatna-Ali Syakieb).

Namun, perpindahan dukungan ini juga menggarisbawahi tantangan komunikasi politik yang dihadapi oleh Sahrul Gunawan. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, keputusan para kader PKS untuk hengkang dilatarbelakangi rasa kecewa terhadap minimnya interaksi dan perhatian dari Sahrul kepada kader dan relawan di tingkat akar rumput, yang dianggap tidak konsisten setelah pencalonan awalnya.

“Kami para kader PKS yang juga relawan Alus Pisan, mulai hari ini memutuskan pindah haluan dari paslon Sahrul-Gungun ke pasangan Dadang Supriatna-Ali Syakieb,” ujar H. Tarmidzi Yusuf, kader PKS Kecamatan Cicalengka.

Tarmidzi menjelaskan bahwa sekitar 50 kader PKS dari enam kecamatan telah menyatakan dukungan terhadap pasangan Bedas, meskipun hanya perwakilan yang hadir saat deklarasi. 

Keputusan mendukung pasangan Bedas didasari pada pertimbangan rasional dan penilaian terhadap rekam jejak kinerja Dadang Supriatna sebagai Bupati Bandung, yang dinilai lebih membumi dan proaktif dalam melibatkan masyarakat.

“Kami merasakan langsung manfaatnya, misalnya dalam pembangunan infrastruktur, peningkatan kesejahteraan petani, guru ngaji, dan program-program pemberdayaan ekonomi. Kang Dadang Supriatna semua programnya sudah dibuktikan, bukan baru wacana,” tegas Tarmidzi. 

Pernyataan ini, meskipun kuat, secara tidak langsung mengkritik gaya kepemimpinan Sahrul Gunawan yang dianggap belum cukup membuktikan keberpihakan nyata kepada masyarakat.

Penyebab perpindahan dukungan

Senada dengan itu, Ujang Sulaeman Faruq, kader PKS dari Kecamatan Cikancung, menyoroti kurangnya komunikasi politik Sahrul yang dinilai menjadi salah satu penyebab utama perpindahan dukungan ini.

“Kami khususnya warga Kecamatan Cikancung merasa kecewa dengan Sahrul Gunawan. Karena ketika awal mencalonkan, dia sering turun menemui masyarakat. Tapi setelah menjabat, dia tidak pernah menemui kami lagi. Baru sekarang mau mencalonkan, dia turun lagi,” ungkap Ujang.

Di sisi lain, konsistensi Dadang Supriatna dalam berinteraksi dengan masyarakat memberikan kontras yang signifikan. 

“Kang DS itu sudah terbukti kinerjanya. Beliau dekat dengan masyarakat, orangnya humanis, ramah, dan tidak sombong. Pendekatannya juga bagus, tidak pandang bulu dan tidak pilih-pilih,” tambah Ujang. 

Meski demikian, penguatan citra Dadang Supriatna juga dapat mengundang pertanyaan: sejauh mana hal ini benar-benar mewakili realitas di lapangan, atau sekadar upaya politik untuk memanfaatkan kelemahan lawan.

Baca Juga :  Cawabup Wonosobo Amir Husein Ziarah ke Makam Orang Tuanya Sebelum Mencoblos di TPS 001 Desa Blenderan

Dadang Supriatna, yang akrab disapa Kang DS, menyambut positif dukungan para kader PKS dan relawan tersebut. 

Ia optimistis tambahan dukungan ini akan memperkuat basis suara dan membawa kemenangan bagi pasangan Bedas di Pilkada Kabupaten Bandung.

“Kami optimistis dengan tambahan dukungan ini, kemenangan Dadang Supriatna-Ali Syakieb di Pilkada Kabupaten Bandung akan semakin dekat. Terima kasih, ini menjadi energi luar biasa bagi kami untuk menyambut kemenangan di 27 November,” ujar Kang DS.

Meskipun dukungan ini menjadi suntikan moral bagi pasangan Bedas, dinamika perpindahan dukungan semacam ini juga mencerminkan bagaimana para kandidat perlu lebih serius menjaga hubungan dengan pendukung mereka, terutama di tingkat akar rumput. 

Ketidakpuasan yang tidak ditangani dengan baik berpotensi merusak reputasi, sebagaimana terlihat dalam kasus Sahrul Gunawan. 

Di sisi lain, Dadang Supriatna juga harus membuktikan bahwa dukungan yang diperolehnya bukan hanya hasil dari kelengahan lawan, tetapi juga karena kemampuan untuk terus menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.