Pintasan.co, Yogyakarta – Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan bahwa super flu tidak memiliki tingkat fatalitas yang tinggi jika dibandingkan dengan Covid-19, namun masyarakat tetap diimbau untuk waspada.
“Enggak (tingkat fatalitas) tinggi karena itu beda jauh dengan, maaf ya, Covid kemarin. Beda jauh dengan Covid,” ujar Kepala Dinas Kesehatan DIY, Gregorius Anung Trihadi, Selasa (6/1/2026).
Anung menambahkan, masyarakat diminta untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), menggunakan masker, serta tidak panik.
“Tidak perlu panik tetapi harus waspada tetap ya, tetap PHBS itu ya,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa gejala super flu serupa dengan virus influenza pada umumnya.
Kasus Pertama di DIY
Anung menyebut, satu kasus super flu telah ditemukan di DIY pada September 2025, yang menjangkiti anak-anak.
“Ini teman-teman baru mendapatkan data kemarin, itu sedang melacak (sumber penularan). Tetap akan kami lacak,” kata dia.
“Nah kalau kemudian tidak ada peningkatan kasus atau kemudian ini biasanya rantai penularannya biasanya sudah terputus gitu ya, atau mungkin memang tidak ada kasus yang lain,” ujarnya.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan DIY menemukan satu kasus super flu yang menjangkiti balita. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DIY, Ari Kurniawati, menyatakan Kementerian Kesehatan telah mengonfirmasi bahwa super flu telah masuk ke Indonesia dan terdeteksi di DIY.
“Kemarin kasus ini terjadi di banyak negara termasuk di Indonesia, terdeteksi disebutkan ada di beberapa provinsi salah satunya di DIY ada satu kasus,” ujar Ari, Selasa (6/1/2026).
Ari menambahkan bahwa temuan kasus ini terungkap saat pasien menjalani rawat inap di rumah sakit di Kabupaten Sleman, DIY. Ia memastikan pasien telah sembuh dan diperbolehkan pulang.
“Penemuan saat rawat inap di rumah sakit rujukan di Sleman. Kasus itu dia sudah pulang membaik sudah pulang domisilinya kota (Yogyakarta),” kata dia.
Gejala dan Imbauan Kemenkes
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebelumnya mengungkapkan gejala influenza A (H3N2) subclade K atau “super flu” yang patut diwaspadai karena varian baru ini umumnya muncul serupa dengan flu musiman.
“Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan,” ujar Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, Prima Yosephine, dalam keterangannya, dikutip Senin (5/1/2026).
Masyarakat diimbau untuk tetap berada di rumah saat mengalami gejala flu, menggunakan masker, dan menerapkan etika batuk.
