Pintasan.co, Jakarta – Pemerintah Indonesia mulai melakukan proses evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Iran menyusul perkembangan situasi keamanan di kawasan tersebut. Kloter pertama WNI yang dievakuasi diupayakan tiba di Tanah Air pada 9 Maret 2026.
Langkah ini diambil setelah pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri terus memantau dinamika situasi di Iran dan memastikan keselamatan WNI yang berada di negara tersebut. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi keamanan di lapangan. (Liputan6)
Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, mengatakan bahwa evakuasi tahap awal telah dimulai pada Jumat (6/3/2026). Sebanyak 32 WNI menjadi kelompok pertama yang keluar dari Iran melalui jalur negara tetangga.
Menurut Heni, pemerintah menyiapkan jalur evakuasi melalui Azerbaijan sebelum para WNI diterbangkan kembali ke Indonesia menggunakan penerbangan komersial.
“Evakuasi WNI akan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan situasi keamanan di Iran. Untuk tahap awal ini terdapat 32 orang yang akan keluar terlebih dahulu,” ujar Heni dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat, (6/3/2026).
Ia menjelaskan, rute evakuasi dipilih berdasarkan asesmen keamanan yang dilakukan oleh perwakilan Indonesia di luar negeri, khususnya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran serta KBRI di Azerbaijan.
“Jalur evakuasi ini masih dapat berubah menyesuaikan kondisi riil di lapangan. Tim di KBRI Teheran dan KBRI Azerbaijan terus melakukan koordinasi dan pemantauan situasi secara intensif,” katanya.
Kementerian Luar Negeri juga memastikan bahwa seluruh WNI yang berada di Iran terus dihubungi dan diberikan informasi terkini terkait proses evakuasi tersebut. Upaya ini dilakukan untuk memastikan keselamatan serta memberikan pilihan bagi WNI yang ingin kembali ke Indonesia.
Selain itu, pemerintah juga mengimbau seluruh WNI di Iran agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan dari perwakilan diplomatik Indonesia di negara tersebut.
Heni menuturkan bahwa kloter pertama yang saat ini sedang dalam proses evakuasi diharapkan dapat tiba di Indonesia pada 9 Maret 2026, tergantung pada kelancaran perjalanan serta kondisi keamanan selama proses pemindahan dari Iran menuju Azerbaijan.
“Apabila tidak ada kendala di lapangan, kami mengupayakan kloter pertama dapat tiba di Indonesia pada 9 Maret. Namun semuanya tetap bergantung pada dinamika situasi keamanan di wilayah tersebut,” jelasnya.
Pemerintah juga menyiapkan rencana evakuasi lanjutan apabila kondisi di Iran memerlukan langkah lebih besar untuk melindungi warga negara Indonesia.
Data Kementerian Luar Negeri sebelumnya mencatat ratusan WNI berada di Iran dengan konsentrasi terbesar di beberapa kota pendidikan, terutama di wilayah Qom. Sebagian besar dari mereka merupakan mahasiswa dan pelajar yang tengah menempuh pendidikan di negara tersebut.
Melalui koordinasi lintas kementerian dan perwakilan diplomatik di luar negeri, pemerintah memastikan seluruh proses evakuasi dilakukan dengan mengutamakan keselamatan dan kenyamanan para WNI.
Evakuasi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan maksimal bagi warga negara Indonesia di luar negeri, khususnya di wilayah yang tengah menghadapi situasi keamanan yang tidak stabil.
