Pintasan.co, Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa persoalan yang muncul di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti bukan disebabkan oleh perubahan jumlah ritase truk sampah.
Ia menjelaskan bahwa hambatan utama justru berada pada akses jalan menuju lokasi yang semakin terbatas akibat kondisi cuaca.
Menurut Farhan, curah hujan yang tinggi membuat beberapa jalur menuju TPA rawan longsor. Karena itu, hanya segelintir rute kecil yang dianggap aman dan bisa dilewati kendaraan.
“Permasalahan di TPA Sarimukti ada pada akses yang menyempit karena hujan. Ada potensi longsor, jadi jalur yang bisa dimanfaatkan sangat terbatas,” katanya melalui unggahan di Instagram @halobandung pada Minggu, 16 November 2025.
Ia menuturkan bahwa sebelumnya truk dapat masuk hingga sekitar 3 kilometer ke dalam area pembuangan. Namun kini, baru mencapai sekitar 1 kilometer saja truk sudah harus berhenti demi alasan keselamatan, dan hal inilah yang menyebabkan antrean kendaraan menjadi panjang.
“Jadi yang bermasalah itu pintu masuknya yang menyempit, bukan ritase. Jalur yang kita gunakan sekarang hanyalah rute kecil yang dinilai aman dan tidak berisiko longsor atau ditolak,” jelasnya.
