Pintasan.co, Jakarta – Sebuah video biduan berjoget di atas panggung peringatan Isra Miraj di Banyuwangi, Jawa Timur, viral dan menuai kecaman. Aksi tersebut dinilai tidak pantas karena dilakukan dalam konteks acara keagamaan.
Ketua panitia, Hadiyanto, mengakui keberadaan hiburan itu. Namun, ia menegaskan bahwa penampilan biduan baru digelar setelah acara inti dan kehadiran undangan resmi, termasuk para kiai, usai.
“Hiburan tersebut digelar setelah acara usai,” jelasnya, seperti dikutip dari detikJatim, Sabtu (17/1/2026). Pihak panitia telah meminta maaf secara terbuka.
Di sisi lain, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuwangi menyayangkan insiden ini. Wakil Ketua Umum DP MUI Banyuwangi, Sunandi Zubaidi, menyebut aksi itu mencoreng nilai dakwah Islam.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Singgih Januratmoko, menegaskan polemik ini bukan hal sepele. Menurutnya, dalih bahwa hiburan dilakukan setelah acara tidak menghapus masalah. “Dalam perspektif keagamaan, ruang, simbol, dan konteks memiliki makna yang tidak terpisahkan,” ujarnya, seperti dilansir detikcom, Senin (19/1/2026).
Singgih menambahkan, peristiwa ini menunjukkan lemahnya sensitivitas sosial dalam masyarakat yang religius. Ia menekankan bahwa acara keagamaan harus mencerminkan nilai adab dan penghormatan, bukan sekadar formalitas seremonial.
