Pintasan.co, Jakarta – Partai Golkar kembali menegaskan dukungannya terhadap usulan pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD atau pemilihan tidak langsung. Wakil Ketua Umum (Waketum) Golkar, Idrus Marham, menyatakan bahwa usulan ini adalah masalah ideologi negara, bukan sekadar kepentingan politik pragmatis.
Idrus menjelaskan pandangannya dalam keterangan resmi, Selasa (6/1/2026). “Mengembalikan pemilihan tidak langsung adalah soal ideologi negara dan falsafah bangsa. Ini tentang bagaimana kedaulatan rakyat dijalankan melalui permusyawaratan dan perwakilan,” ujarnya, mengutip rumusan para pendiri bangsa.
Menurutnya, sistem ini berpotensi melahirkan kepemimpinan daerah yang lebih stabil dan berbasis kapasitas. Idrus berharap tercipta sistem pilkada yang mengedepankan demokrasi Pancasila.
“Pertanyaannya bukan lagi langsung atau tidak langsung. Tapi, sistem seperti apa yang paling sesuai dengan jati diri dan ideologi bangsa Indonesia?” tegas Idrus.
Meski demikian, ia mengakui bahwa usulan ini perlu dibahas lebih matang. Ia menekankan bahwa penentuan sistem pilkada ke depan harus sesuai dengan karakter dan ideologi bangsa.
Usulan pilkada melalui DPRD ini sebelumnya muncul setelah Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar. Wacana ini kini menjadi bahan perdebatan publik dan dibahas oleh berbagai partai politik di parlemen.
