Pintasan.co, Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menginovasikan program ‘Buruan Sae‘ untuk dipertahankan.

Program ini ditujukkan sebagai upaya untuk mengikhtiarkan pengendlian inflasi khususnya di Kota Bandung.

Melalui ‘Siaran Bareng Pak Wali’ yang diunggah Humas Bandung, Muhammad Farhan menyampaikan beberapa komoditas yang mempengaruhi naik turunnya harga bahan pokok, salah satunya adalah cabe.

“Dari sekian bahan mentah dan sayur yang paling sensitif adalah cabe rawit yang seringkali disebut sebagai psychological commodity,” ujar Farhan, dikutip dari Humas Bandung, Kamis 4 Maret 2025.

Buruan SAE ini akan dipertahankan oleh Muhammad Farhan sebagai upaya menjaga psikologis masyarakat akan naik turunnya harga cabe rawit di pasar.

“Itu sebabnya, dalam rangka menjaga psikologis masyarakat, kan kita punya program Buruan SAE ya. Kita akan pertahankan terus,” kata Farhan.

Maka dari itu, Farhan mengaku sudah memberikan intruksi kepada Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung agar meneruskan kepada rumah-rumah yang sudah memiliki taman dan halaman agar menanam cabe rawit.

“Saya sudah mengintruksikan kepada Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian agar dalam program Buruan SAE, semua titik Buruan SAE wajib menanam cabe rawit,” tegasnya.

Menurutnya apabila ini dilaksanakan, maka masyarakat tidak akan terpengaruh psikologisnya ketika cabe rawit sedang mahal. Sebab cabe rawit sudah tersedia di rumah masing-masing.

Baca Juga :  Kemnaker Gelar Program Servis Kendaraan Gratis di Bandung untuk Dukung Mobilitas Pekerja