Pintasan.co, Bandung — Nama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, muncul sebagai salah satu figur kuat dalam survei simulasi calon presiden yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia.

Dalam hasil terbaru yang dirilis Sabtu (8/11/2025), Dedi menempati urutan kedua, berada di bawah sejumlah tokoh nasional lain yang telah lebih dulu dikenal publik.

Survei ini melibatkan 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi, menggunakan metode multistage random sampling. Margin of error survei sebesar ±2,9 persen dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Menurut Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka oleh enumerator yang telah mendapat pelatihan khusus.

“Kami juga melakukan quality control terhadap sekitar 20 persen dari total responden, dengan supervisor kembali mendatangi responden untuk memastikan validitas jawaban,” ujar Burhanuddin dalam konferensi virtual bertajuk Evaluasi Publik Setahun Kinerja Pemerintah Prabowo–Gibran.

Dalam simulasi yang menampilkan 25 nama tokoh nasional, beberapa di antaranya adalah Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Gibran Rakabuming Raka, hingga Purbaya Yudhi Sadewa.

Hasil tersebut menunjukkan meningkatnya pengaruh politik Dedi Mulyadi di tingkat nasional. Sebagai kepala daerah yang dikenal dekat dengan masyarakat dan kental dengan nilai-nilai kearifan lokal, Dedi dinilai memiliki daya tarik tersendiri di mata publik, terutama di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.

Meski belum mengumumkan langkah politik resminya menuju Pilpres 2029, posisi Dedi di papan atas hasil survei disebut sebagai sinyal kuat bahwa elektabilitasnya tengah menanjak signifikan.

Baca Juga :  Personel Polres Blitar Cek Kesehatan Jelang Pengamanan TPS Pilkada 2024