Pintasan.co, Yogyakarta – Suasana halaman Mapolda DIY dipenuhi lebih dari seribu anggota Kelompok Jaga Warga pada Jumat (21/11/2025) pagi. Dalam apel bertajuk “Srawung Agung Kelompok Jaga Warga untuk Jogja Damai”, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bertindak sebagai pemimpin apel, dengan kehadiran Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang datang khusus menghadiri kegiatan tersebut.

Apel yang dimulai pukul 08.00 WIB ini turut dihadiri jajaran pejabat tinggi Polri serta Forkompimda. Kapolda DIY Irjen Anggoro Sukartono menjadi tuan rumah, bersama Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Bambang Sujarwo dan sejumlah pejabat lain. Total peserta mencapai 3.500 orang, terdiri dari 1.000 personel di Mapolda dan 2.500 lainnya mengikuti secara serentak di lima Polres jajaran.

Dalam amanatnya, Sultan HB X menegaskan bahwa apel ini merupakan amanat besar untuk merawat kedamaian Yogyakarta sebagai rumah bersama.

“Maka melalui Apel Besar Jaga Warga, kita sesungguhnya tengah merawat amanat besar itu: mengukuhkan Yogyakarta sebagai ruang hidup bersama, di mana ‘manunggaling warga lan pamong’, menjadi kekuatan moral, dalam menjaga ketenteraman DIY,” kata Sultan.

Ia juga menekankan nilai falsafah Jawa tata titi tentrem kerta raharja, selaras dengan adagium Latin salus populi suprema lex. Ketulusan dalam menjaga keteraturan, ujarnya, akan melahirkan ketenteraman dan kesejahteraan lahir batin. Melalui Jaga Warga, proses menjaga keamanan dapat mengedepankan kohesi sosial dan kebijaksanaan, bukan tindakan represif.

Dalam kesempatan itu, Sultan menyampaikan apresiasi atas dukungan 10.000 rompi Jaga Warga dari Polri yang menurutnya menjadi simbol keteduhan.

“Bagi saya, rompi itu adalah simbol keteduhan. Bahwa garda keamanan hadir, untuk ‘ngayomi lan ngemong’, bukan menakuti,” ujar Sultan.

Menjelang momen Natal dan Tahun Baru, ia menitipkan pesan agar Jaga Warga tetap menjadi pagar budaya yang menjaga harmoni.

“Menjelang Natal dan Tahun Baru, saya titipkan harapan, agar Jaga Warga terus menjadi pagar budaya yang menjaga harmoni; menjadi sahabat masyarakat;dan mitra Polri, yang memperkuat keteduhan di tengah dinamika sosial,” imbuhnya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam sambutannya mengapresiasi penguatan sinergi antara masyarakat dan kepolisian. Menurutnya, Jaga Warga adalah representasi kearifan lokal yang sangat relevan dalam menjaga pranata sosial.

“Jaga Warga merupakan cerminan warisan kebudayaan dari kearifan lokal masyarakat yang ada di Yogyakarta,” tandas Jenderal Sigit.

Ia menekankan bahwa Polri tidak bisa bekerja sendiri dan penyelesaian masalah dengan musyawarah serta kearifan lokal kerap menjadi solusi yang lebih efektif. Kapolri juga menginstruksikan seluruh Polres dan Polsek di DIY untuk meningkatkan kolaborasi dengan Jaga Warga.

Baca Juga :  Presiden Prabowo dan Kapolri Tinjau Pengungsian di Tapanuli Tengah, Perintahkan Percepatan Perbaikan Jalur dan Pemenuhan Kebutuhan Dasar

Selain pembacaan ikrar Jaga Warga, apel ini juga ditandai dengan penyerahan simbolis rompi kepada perwakilan Polresta Yogyakarta dan Polresta Gunungkidul. Para peserta yang hadir berasal dari seluruh kabupaten/kota di DIY—termasuk Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul—yang selama ini aktif menjaga ketertiban di tingkat akar rumput.

Usai apel, Kapolri bersama Sultan HB X meninjau renovasi Mapolda DIY, termasuk Gedung SPKT, sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kepolisian di wilayah tersebut.

Dengan semangat guyub rukun dan prinsip “tata, titi, tatas, titis”, Yogyakarta kembali menegaskan dirinya sebagai ruang hidup yang aman, damai, dan harmonis, berlandaskan sinergi kuat antara masyarakat dan aparat keamanan.