Pintasan.co, Jakarta Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep menyatakan bahwa pelaksanaan pemilihan kepala daerah secara langsung sejak 2005 masih menyisakan berbagai persoalan.

Pernyataan tersebut disampaikan Kaesang saat menanggapi wacana pengembalian mekanisme Pilkada melalui DPRD yang belakangan kembali mengemuka di ruang publik.

Menurut Kaesang, sistem pemilihan langsung belum sepenuhnya ideal karena masih diwarnai praktik politik uang serta perubahan aturan ambang batas pencalonan, dari berbasis kursi menjadi perolehan suara sah partai politik.

“Intinya, bangsa ini masih terus belajar dan berproses untuk menyempurnakan sistem pemilihannya,” ujar Kaesang dalam Pembukaan Rakernas PSI di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (29/1/2026).

Ia menambahkan, berbagai penyesuaian dalam sistem demokrasi dilakukan agar mampu melahirkan pemimpin yang berkualitas dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Dalam pandangan PSI, keterlibatan masyarakat tetap menjadi elemen paling penting dalam menentukan arah dan sistem pemilu di Indonesia.

Kaesang menegaskan, meskipun PSI saat ini belum memiliki kewenangan di parlemen untuk menentukan sikap terkait revisi undang-undang, partainya akan selalu berpihak dan sejalan dengan aspirasi rakyat Indonesia.

Baca Juga :  Kaesang Daftar Caketum PSI, Tegaskan Jokowi Tak Akan Ikut Bersaing