Pintasan.co – Setelah sebulan penuh menunaikan ibadah puasa Ramadhan, umat Islam menyambut hari kemenangan, Idulfitri, dengan suka cita. Namun, di balik euforia Lebaran, terdapat anjuran dari Rasulullah SAW untuk melanjutkan ibadah puasa selama enam hari di bulan Syawal. Puasa ini dikenal sebagai Puasa Syawal, yang pahalanya sangat besar: seperti berpuasa setahun penuh.
Dalil Keutamaan Puasa Syawal
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian diikuti enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.”
(HR.Muslim no.1164)
Kapan Puasa Syawal 2025 Dimulai?
1 Syawal 1446 H diperkirakan akan jatuh pada Senin, 31 Maret 2025 (masih menunggu penetapan resmi pemerintah). Artinya, puasa Syawal bisa mulai dilaksanakan sehari setelah Idulfitri , yaitu Selasa, 1 April 2025 , asalkan seseorang sudah menunaikan salat Id dan membatalkan puasanya di hari raya.
Ketentuan dan Waktu Pelaksanaan
- Puasa Syawal dilaksanakan selama enam hari di bulan Syawal.
- Boleh dilakukan secara berturut-turut atau terpisah-pisah , yang penting masih dalam bulan Syawal (sampai 29 atau 30 Syawal, tergantung kalender Hijriah).
- Tidak wajib, namun sangat dianjurkan sebagai bentuk penyempurna pahala Ramadhan.
Mana yang Didahulukan: Qadha Ramadhan atau Puasa Syawal?
Ulama berbeda pendapat.
- Mayoritas ulama (termasuk Mazhab Syafi’i dan Hanbali) meramalkan mendahulukan qadha Ramadhan , baru kemudian puasa Syawal.
- Namun, ada yang membolehkan puasa Syawal terlebih dahulu jika qadha-nya tidak banyak, selama masih sempat mengqadha di luar Syawal.
Puasa enam hari di bulan Syawal bisa dimulai sejak 1 April 2025 , dan bisa dilakukan kapan saja selama bulan Syawal. Ibadah ini merupakan peluang emas meraih pahala besar setelah Ramadhan. Bagi yang belum bisa langsung memulainya karena keperluan keluarga atau safar, masih ada waktu hingga akhir Syawal untuk menunaikannya.