Pintasan.co, Garut – Video yang menunjukkan duel antara dua pelajar di Garut, Jawa Barat, menjadi viral di media sosial.

Peristiwa ini diduga terjadi di area sekolah saat jam istirahat, sehingga menarik perhatian banyak pihak. Mendapatkan informasi terkait video tersebut, pihak kepolisian pun segera mengambil tindakan.

Kasi Humas Polres Garut, Ipda B Susilo Adhi, menjelaskan bahwa video perkelahian itu awalnya beredar melalui aplikasi perpesanan dan kemudian diunggah ke media sosial, yang menyebabkan videonya menjadi viral. 

“Pada awalnya video tersebut menyebar di aplikasi perpesanan sampai kemudian ada yang mengunggah di media sosial. Karena ada yang mengunggah di media sosial menjadi viral,” katanya, Kamis (24/10).

Ia menambahkan bahwa video duel antara dua siswa SMP tersebut mulai ramai dibicarakan sejak Senin (21/10). 

Mengetahui hal ini, pihak kepolisian langsung bergerak melakukan penelusuran untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai peristiwa tersebut.

Dari hasil penelusuran, ditemukan bahwa aksi duel ini melibatkan dua pelajar dari salah satu SMP Negeri di Kecamatan Leuwigoong, Garut. 

 “Kami langsung turun tangan mendatangi sekolah untuk menangani situasi,” ungkapnya.

Ternyata, duel tersebut terjadi pada Rabu (16/10), beberapa hari sebelum video itu viral. Kedua siswa terlibat dalam perselisihan yang berujung pada keputusan untuk bertarung saat jam istirahat, dengan banyak teman mereka menyaksikan.

“Polres Garut melalui Polsek Leuwigoong langsung mengumpulkan siswa yang terlibat bersama orang tua dan para guru di sekolah pada Selasa (22/10). Dalam pertemuan itu seluruhnya bersepakat untuk berdamai,” katanya.

Kapolsek Leuwigoong, Ipda Asep Juarna, menegaskan bahwa mediasi ini dilakukan agar masalah yang sempat menjadi perhatian publik bisa diselesaikan dengan baik. 

“Kami mengundang pihak sekolah dan keluarga agar masalah ini dapat diselesaikan dengan baik dan tidak berlarut-larut. Kami berharap setelah mediasi ini, kejadian serupa tidak terulang lagi. Keluarga dan pihak sekolah diharapkan lebih aktif mengawasi kegiatan siswa agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Asep mengingatkan para pelajar untuk tidak mengulangi tindakan serupa, karena dampak negatifnya tidak hanya akan merugikan diri mereka sendiri, tetapi juga dapat mencoreng reputasi sekolah dan lingkungan sekitar. 

Baca Juga :  Rekayasa One Way Efektif Urai Kepadatan Mudik Lebaran 2025 di Beberapa Daerah Jawa Barat

Hal ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan dan mengawasi perilaku siswa di sekolah.