Pintasan.co, Jakarta – Banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, telah menelan korban jiwa lebih banyak. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, korban meninggal dunia bertambah menjadi 16 orang.
Kepala Pusat Data BNPB, Abdul Muhari, mengonfirmasi data tersebut per Selasa (6/1.2026) pukul 14.00 WIB. “Sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia akibat banjir bandang,” jelas Muhari, dilansir detikSulsel, Selasa (6/1/2026)
Selain itu, bencana ini juga menyebabkan 22 orang luka-luka dan mengakibatkan kerusakan fisik yang parah. BNPB mencatat sebanyak 7 unit rumah hanyut, 29 unit rumah rusak berat, dan 112 unit rumah rusak ringan. Artinya, total rumah yang terdampak mencapai 141 unit.
Saat ini, sekitar 682 jiwa harus mengungsi dan mencari tempat aman sementara. Pihak berwenang masih terus memperbarui data dan melakukan proses identifikasi terhadap para korban.
Bencana banjir bandang ini kembali menyoroti kerentanan beberapa wilayah Indonesia terhadap cuaca ekstrem. Bantuan logistik dan medis dari pemerintah pusat dan daerah tengah dipercepat untuk memenuhi kebutuhan mendesak para pengungsi.
