Pintasan.co, Jakarta – Empat Warga Negara Indonesia (WNI) disandera bajak laut bersenjata di perairan Gabon, Afrika Tengah. Insiden yang terjadi pada Senin, 12 Januari 2026, ini mendorong anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, mendesak Kementerian Luar Negeri untuk segera berkoordinasi intensif dengan otoritas setempat guna memastikan keselamatan korban.
Parlemen Beri Sinyal Darurat: Insiden Gabon Adalah Alarm Ancaman Global
Amelia Anggraini menyatakan keprihatinan mendalam. Ia menilai insiden ini sebagai alarm untuk keselamatan WNI di jalur laut internasional.
“Insiden ini sangat memprihatinkan dan menjadi alarm tentang meningkatnya ancaman terhadap keselamatan WNI di jalur maritim internasional,” tegasnya, seperti dilansir dari Pantau.com.
Ia tidak hanya mendorong respons krisis. Amelia juga mendesak langkah pencegahan jangka panjang. Ia mengusulkan pembentukan mekanisme peringatan dini dan satuan tugas tanggap krisis. Menurutnya, diplomasi dan kerja sama keamanan maritim internasional sangat krusial saat ini.
Kepala Staf Angkatan Laut Gabon, Laksamana Madya Charles Hubert Bekale Meyong, memberikan pernyataan resmi. Menurutnya, tiga bajak laut bersenjata menyerang kapal penangkap ikan IB FISH 7 sekitar tujuh mil laut dari Equata. Kelompok bajak laut itu menyandera sembilan awak kapal. Empat korban merupakan WNI dan lima lainnya warga negara China. Komisi I DPR RI akan terus memantau perkembangan kasus ini.
