Pintasan.co, Jakarta – Sejumlah pakar hukum dan politik Amerika Serikat memperingatkan potensi konflik serius di dalam negeri. Mereka menilai pengerahan besar-besaran aparat federal dapat memicu eskalasi kekerasan hingga perang saudara.

Peringatan itu disampaikan oleh profesor hukum Algernon Biddle dan Claire Finkelstein dari Fakultas Hukum Carey Universitas Pennsylvania. Dalam kolom opini di The Guardian, Finkelstein menyoroti pengerahan sekitar 1.000 agen tambahan ICE serta persiapan 1.500 personel aktif Divisi Lintas Udara ke-11 Angkatan Darat AS.

Pemerintah mengambil langkah tersebut di tengah meningkatnya kemarahan publik dan aksi unjuk rasa. ICE juga memperluas operasi penegakan hukum di sejumlah wilayah.

Di Minnesota, Gubernur Tim Walz menetapkan Garda Nasional dalam status siaga untuk mendukung aparat setempat. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengaktifkan Undang-Undang Pemberontakan, yang berpotensi memperluas penggunaan militer di dalam negeri.

Menurut Finkelstein, situasi ini menyerupai simulasi konflik Pusat Etika dan Aturan Hukum pada Oktober 2024. Dalam simulasi tersebut, pengerahan pasukan federal memicu bentrokan dengan otoritas negara bagian. Ia menilai Minnesota dapat menjadi ujian nyata batas konstitusional penggunaan militer domestik.

Insiden Kekerasan dan Ketegangan Hukum

Sejak 6 Januari, pemerintah mengerahkan sekitar 2.000 agen ICE ke Minnesota untuk menyelidiki dugaan penipuan. Namun, pengerahan itu diikuti sejumlah insiden kekerasan yang memicu kecaman publik, khususnya di wilayah Minneapolis.

Seorang perempuan bernama Renee Good (37) dilaporkan tewas setelah agen ICE menembaknya. Dua demonstran lain mengalami luka serius pada mata akibat tembakan senjata yang disebut “kurang mematikan”. Aparat juga menggunakan gas air mata di dekat mobil sebuah keluarga yang membawa enam anak, hingga salah satu anak harus dilarikan ke rumah sakit karena gangguan pernapasan.

Baca Juga :  Trump Tegaskan AS Hanya Akui Dua Jenis Kelamin: Laki-laki dan Perempuan

Departemen Kehakiman AS kemudian membuka penyelidikan kriminal terhadap Gubernur Tim Walz dan Wali Kota Minneapolis Jacob Frey atas dugaan menghambat operasi aparat federal. Penyelidikan tersebut juga menyasar janda Renee Good dan sejumlah pihak lain, yang memicu pengunduran diri enam jaksa federal di Minnesota sebagai bentuk protes.

Ketegangan semakin meningkat setelah seorang hakim federal berupaya membatasi tindakan ICE. Pemerintahan Trump lalu menyatakan bahwa agen ICE memiliki “kekebalan absolut”.

Finkelstein memperingatkan bahwa pengabaian terhadap putusan pengadilan dapat mendorong konflik bersenjata di dalam negeri. Ia menilai putusan Hakim Menendez menjadi krusial untuk mencegah situasi berkembang di luar kendali.

Sebagai catatan, Amerika Serikat pernah mengalami perang saudara pada 1861–1865 ketika 11 negara bagian di wilayah selatan memisahkan diri dari perserikatan.