Pintasan.co, Jakarta – Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya jumlah korban dugaan keracunan makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Peristiwa ini menunjukkan adanya kelalaian serius dalam pengawasan, pengendalian mutu, dan tanggung jawab lembaga MBG terhadap produk yang dikonsumsi oleh masyarakat, khususnya para siswa dan pelajar.
Atas dasar itu, DPP KNPI dengan tegas mendesak agar Kepala BGN segera dicopot dan diganti dengan figur yang memiliki kompetensi, integritas, dan tanggung jawab moral yang tinggi terhadap keselamatan publik.
Sekretaris Jenderal DPP KNPI, Guntur Setiawan, SH, MM, menegaskan bahwa kejadian ini tidak bisa dianggap sepele karena bisa membahayakan bagi kesehatan para anak-anak generasi muda bangsa.
“Meningkatnya jumlah korban keracunan dari Program Makan Bergizi Gratis di Purworejo adalah bukti nyata kelalaian dalam memastikan keamanan pangan. Ini bukan sekadar kesalahan teknis, tetapi kegagalan sistemik dan moral dalam melindungi generasi muda bangsa. Kepala BGN harus bertanggung jawab dan segera diganti,” ujar Guntur.
KNPI juga meminta pemerintah dan aparat penegak hukum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelaksanaan, distribusi, serta standar keamanan pangan dalam Program MBG, agar kejadian serupa tidak terulang di daerah lain.
DPP KNPI menegaskan bahwa keselamatan pelajar dan rakyat Indonesia harus menjadi prioritas utama. Tidak boleh ada kompromi terhadap pihak yang lalai dan abai dalam tanggung jawab publik, tutup Guntur.
